Mantan Wakapolri: Jika Pendidikan Bintara 5 Bulan, Paling Cuma Bisa Hormat

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Anggota Komisi III DPR RI sekaligus Mantan Wakapolri Komjen (Purn) Adang Daradjatun blak-blakan bicara terkait sistem pendidikan Bintara Polri.
Ia menganggap penting dibicarakan serius terkait durasi pendidikan yang dianggap terlalu singkat untuk membentuk anggota polisi yang siap menjalankan tugas di lapangan.
Hal itu disampaikan Adang dalam rapat Komisi III DPR bersama jajaran Polri di Gedung DPR, Jakarta.
Ia menekankan bahwa masa pendidikan sekitar lima bulan tidak cukup untuk membekali calon Bintara dengan kemampuan komprehensif.
Pendidikan Bintara Hanya Lima Bulan
Adang mempertanyakan efektivitas pendidikan dengan durasi terbatas tersebut.
Ia mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kualitas lulusan yang dihasilkan dari masa pendidikan yang singkat.
“Kalau hanya lima bulan, kita harus jujur, apa yang bisa dihasilkan?,” ujar Adang dikutip fajar.co.id, Senin (6/4/2026).
Ia menegaskan, waktu yang terbatas membuat pembentukan kemampuan anggota tidak berjalan optimal.
Kemampuan Hanya Sebatas Dasar
Adang menyebut lulusan dengan masa pendidikan singkat kemungkinan hanya menguasai kemampuan dasar, terutama yang berkaitan dengan fisik dan kedisiplinan.
“Paling hanya bisa hormat, baris, lari. Itu realitanya,” tegasnya.
Padahal, kata dia, Bintara merupakan tulang punggung Polri yang berhadapan langsung dengan masyarakat.
Mereka menjalankan berbagai tugas mulai dari pelayanan publik hingga penegakan hukum.
Dorong Evaluasi dan Penambahan Durasi Pendidikan
Karena itu, Adang mendorong evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendidikan Bintara Polri.
Source link
