Warga Berdemonstrasi Tuntut Akses Jalan Dibuka, Pihak Pesantren Darul Istiqamah Sebut Bukan Jalan Umum

PORTALUTAMA.NET, MAROS – Polemik penutupan akses jalan di kawasan Pesantren Darul Istiqamah, Kabupaten Maros, masih berlanjut hingga Jumat, 3 Maret 2026.
Penutupan ini pun tak hanya menghambat rencana resepsi pernikahan cucu Kiai Arif Marzuki. Namun juga berdampak terhadap akses jalan warga pesantren.
Bahkan tampak satu unit truk yang hendak masuk mengantarkan bahan bangunan tertahan di Jalan masuk Pesantren Darul Istiqamah.
Hal ini membuat sejumlah warga yang merasa dirugikan dengan kondisi ini turun ke jalan untuk melakukan aksi unjuk rasa atau berdemonstrasi di depan pos utama Pesantren Darul Istiqamah.
Mereka mendesak agar pihak pesantren menghentikan segala bentuk intimidasi yang terjadi dan segera membuka akses jalan yang telah diblokir sejak Kamis, 2 April 2026.
Di tengah guyuran hujan mereka tetap melakukan aksi unjuk rasa sambil membentangkan spanduk disertai petisi bersama yang berisi sepuluh tuntutan utama.
Tuntutan utama para demonstran adalah pembukaan akses jalan yang selama ini ditutup tanpa alasan jelas, serta penghapusan segala bentuk intimidasi yang dirasakan oleh warga dan santri.
Koordinator Lapangan aksi yang juga Ketua Panitia Resepsi Pernikahan cucu Kiai, Muinul Haq, menegaskan bahwa pihaknya tidak bergerak untuk kepentingan pribadi, namun ia hanya ingin agar masalah ini diselesaikan dengan cara yang sesuai dengan hukum.
“Katanya tidak ada lagi intimidasi dan kekerasan di kawasan pesantren,” ujarnya.
Penutupan jalan ini pun kata dia, menyebabkan kekecewaan bagi para vendor yang sejak kemarin tak diizinkan masuk. Apalagi pihak pesantren tidak dapat memberikan penjelasan hukum yang sah mengenai tindakan mereka.
Source link
