News

Dino Patti Djalal: Apakah Kita Masih Bebas Aktif



PORTALUTAMA.NET – Mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat, Dino Patti Djalal, mengkritik sikap Pemerintah Indonesia yang dinilai kurang responsif atas meninggalnya Pemimpin Tertinggi Iran, Sayyid Ali Khamenei, setelah serangan Israel-Amerika. Ia menyoroti tidak adanya pernyataan belasungkawa resmi dari Presiden Prabowo Subianto, yang menimbulkan pertanyaan serius mengenai konsistensi prinsip politik luar negeri Indonesia yang selama ini dikenal dengan kebijakan bebas aktif.

Konsistensi Politik Luar Negeri dan Hubungan Bilateral

Dino menegaskan bahwa Indonesia dan Iran telah lama menjalin hubungan persahabatan yang kuat, berlandaskan kerja sama di berbagai forum internasional seperti non blok, OKI, D8, G77, dan BRICS. Meski memiliki perbedaan pandangan politik dan ideologi, kedua negara tidak pernah terlibat perselisihan terbuka.

“Kita sering beda pandangan dan beda posisi dengan Iran, dan sistem politik plus ideologi masing-masing juga beda, namun Indonesia dan Iran tidak pernah cekcok,” katanya saat ditemui, menambahkan bahwa Iran tidak pernah meminta Indonesia untuk memusuhi negara-negara yang menjadi lawannya.

Imbas Sikap Dingin Pemerintah Indonesia

Lebih lanjut, Dino menyesalkan sikap pemerintah yang tidak menyampaikan ucapan belasungkawa atas wafatnya Ayatollah Khamenei. Ia pun mempertanyakan apakah hal tersebut merupakan kelalaian atau sikap yang disengaja.

“Kelupaan atau sengaja? Kalau sengaja, yang kita takutkan apa? Apakah yakin kita masih bebas aktif?” pungkasnya.

Menurutnya, sikap dingin tersebut berpotensi memengaruhi persepsi Iran terhadap Indonesia dalam konteks diplomasi. Ia mencontohkan penolakan halus dari Menteri Luar Negeri Iran terhadap tawaran mediasi Indonesia sebagai dampak dari ketidakjelasan sikap tersebut.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *