Said Didu Buka 2 Kemungkinan soal Jokowi-Gibran: Ijazah Bapaknya Terbukti Palsu, Anaknya Tidak Punya Ijazah SMA

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Aktivis Sosial, Muhammad Said Didu l, kembali bicara mengenai polemik ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Kali ini, Said Didu menyampaikan prediksi mengenai dua persoalan yang menurutnya berpotensi terjadi secara bersamaan dalam keluarga Jokowi.
Pernyataan tersebut disampaikan Said Didu di tengah kembali ramainya perdebatan publik mengenai keabsahan dokumen pendidikan Jokowi serta latar belakang pendidikan SMA Gibran.
Said Didu Sebut Dua Kemungkinan
Said Didu menyebut ada dua kemungkinan yang menurutnya akan terjadi secara bersamaan.
Ia mengaitkan kemungkinan pertama dengan polemik ijazah Jokowi yang hingga kini masih menjadi bahan perdebatan di ruang publik.
Sementara kemungkinan kedua menyangkut status pendidikan Gibran, yang belakangan juga dipersoalkan sejumlah pihak.
“Sepertinya akan terjadi secara bersamaan,” kata Said Didu dikutip fajar.co.id, Senin (10/8/2026).
Lebih lanjut, Said Didu menyampaikan dua klaim sekaligus mengenai dokumen pendidikan Jokowi dan Gibran.
“Ijazah Bapaknya terbukti palsu, dan anaknya tidak punya ijazah setara SMA,” tandasnya.
Sebelumnya, Ketua Jokowi Mania (Joman) Nusantara Bersatu, Andi Azwan, menyebut langkah Denny tersebut tidak lebih dari upaya mencari perhatian publik dengan membuat isu yang dianggap sensasional.
Dikatakan Andi, serangan Denny tidak hanya diarahkan kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), tetapi kini juga menyasar Gibran.
Andi Azwan Sebut Denny Cari Perhatian
Andi melihat pola yang dilakukan Denny Indrayana sebagai bentuk manuver untuk kembali mendapatkan sorotan masyarakat.
“Apa yang dilakukan Denny Indrayana, ini berulang kali melakukan serangan-serangan. Bukan hanya ke Jokowi, juga kepada mas Wapres Gibran Rakabuming Raka,” ujar Andi kepada fajar.co.id, Senin (10/8/2026).
Ia menekankan bahwa langkah tersebut sengaja dikemas agar menimbulkan perhatian luas di tengah publik.
“Kalau kita lihat, ini adalah bentuk dari cari perhatian (Caper) Denny Indrayana. Ingin membuat sesuatu yang sensasional gitu,” ucapnya.
Lebih jauh, Andi tidak menutup kemungkinan adanya pesan politik di balik berbagai pernyataan Denny Indrayana tersebut.
Bahkan, ia melontarkan dugaan bahwa Denny bisa saja menjadi proksi dari pihak asing.
“Terlepas apakah ada pesan politik di dalamnya, kita melihatnya Denny Indrayana ini bisa saja merupakan proksi dari antek-antek asing yang dikatakan Londo Ireng oleh Presiden Prabowo,” tukasnya.
Andi kemudian menyentil rekam jejak Denny yang menurutnya kerap mengambil posisi berseberangan dengan pemerintahan setelah era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Source link
