Irma Suryani Sebut Gerakan Melengserkan Gibran Juga Menyasar Presiden Prabowo

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Anggota Fraksi Partai Nasdem, Irma Suryani Chaniago, angkat suara terkait dengan kegaduhan politik terutama soal desakan pemakzulan Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden RI.
Irma menilai, desakan untuk melengserkan Gibran dari kursi kekuasaan, tidak hanya akan berhenti pada posisi wakil presiden, tapi juga bakal menyasar Presiden Prabowo Subianto.
Dia menilai, setelah Gibran dimakzulkan, bakal masih ada elemen masyarakat yang akan mendesak atau meminta agar ijazah Presiden Prabowo juga dibuka.
“Ada satu lagi ijazah yang juga harus dibuka, yang harus diteliti, yaitu ijazahnya Pak Prabowo,” kata Irma.
Karena itu, dari kegaduhan yang terjadi saat ini, publik kata dia seharusnya tahu ke mana arah sebetulnya kegaduhan-kegaduhan politik untuk meminta Gibran dimakzulkan.
“Itu ternyata nggak stop hanya di situ, tapi juga menyasar Pak Prabowo,” kata Irma.
Lebih lanjut dia mengajak publik untuk menyadari bahwa apa yang terjadi saat ini, karena ulah pihak-pihak yang kalah dalam kontestasi politik. Pihak-pihak inilah yang kemudian mengacak-acak pemerintahan dengan berbagai isu yang dimaikan.
“Kita harus sadar bahwa negeri ini sedang diacak-acak oleh sekelompok orang kalah, yang kemudian bersama-sama ingin menurunkan dua pemimpin negara ini, yaitu Prabowo-Gibran,” sebutnya.
Dia lantas mengajak masyarakat untuk menyimak dengan aik salah satu pernyataan yang disampaikan salah seorang tokoh Michael Sinaga.
“Coba simak sekali lagi, baik-baik dengarkan apa yang disampaikan Michael Sinaga,” kata Irma.
“Bahkan kelulusan akmilnya Pak Prabowo pun boleh diberikan,” kata Michael Sinaga dalam video dimaksud Irma.
Irma lebih lanjut menilai bahwa pernyataan Michael Sinaga tersebut bukan sesuatu yang kebetulan, namun menjadi indikasi kuat bahwa setelah Gibran dilengserkan, maka sasaran berikutnya adalah Prabowo.
“Ini bukan pernyataan kebetulan, saya kira. Tuhan memberikan informasi melalui mulutnya Michael Sinaga bahwa setelah Gibran, maka Prabowo juga akan dimintai, akan diteliti ijazahnya,” kata Irma.
Irma juga menegaskan bahwa pemerintah semestinya bertindak tegas dalam masalah tersebut. “Pemirsa di seluruh Indonesia, seharusnya pemerintah juga bertindak tegas dalam hal ini,” imbuhnya.
Terlebih lagi di tengah situasi bangsa dan ekonomi masyarakat saat ini. Dimana ada banyak pemutusan hubungan kerja (PHK) massal, sehingga pemerintah dituntut untuk bisa menciptakan lapangan kerja sebanyak mungkin.
“Kita hari ini, ya, dalam situasi banyaknya PHK-PHK masal, harusnya yang dipikirkan adalah bagaimana pemerintah bisa menciptakan lapangan pekerjaan yang cukup bagi rakyat,” imbuhnya.
Source link
