News

Survei CELIOS: 75 Persen Masyarakat Mengaku Stres Akibat Kebijakan Prabowo-Gibran



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Center of Economic and Law Studies (CELIOS) merilis laporan evaluasi bertajuk Rapor Kinerja 2 Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran. Hasil riset nasional tersebut mencatat temuan mencengangkan, di mana sebanyak 75 persen responden masyarakat umum mengaku mengalami stres akibat arah kebijakan pemerintah.

Survei yang mengukur persepsi publik dan kelompok ahli ini mengindikasikan tingginya tekanan ekonomi sosial yang dirasakan warga di berbagai daerah.

Berdasarkan data yang dirilis CELIOS, sebanyak 75 persen responden terang-terangan menyatakan merasa stres terhadap rangkaian kebijakan pemerintah. Sementara itu, 17 persen mengaku tidak stres dan 8 persen sisanya menjawab tidak tahu.

Tidak hanya kebijakan, riset ini juga memotret tingkat kecemasan publik terhadap gestur dan tindakan kepemimpinan nasional. Sebanyak 67 persen responden mengaku mengalami stres akibat perilaku Presiden Prabowo Subianto, banding 23 persen yang menyatakan tidak stres dan 9 persen memilih tidak tahu.

Di sektor perekonomian harian, mayoritas publik mengeluhkan beban hidup yang kian tinggi. Sebanyak 82 persen responden menilai pajak serta berbagai pungutan pemerintah saat ini terlalu berat.

Dampaknya, 53 persen responden mengonfirmasi kondisi ekonomi rumah tangga mereka memburuk jika dibandingkan dengan kondisi setahun sebelumnya.

Penilaian terhadap penyediaan lapangan kerja juga tergolong sangat minim. Sebanyak 62 persen responden memberikan nilai buruk hingga sangat buruk atas efektivitas pemerintah dalam menekan angka pengangguran.

Secara keseluruhan, Kabinet Merah Putih hanya memperoleh nilai rata-rata 4,7 dari skala 10 berdasarkan penilaian masyarakat umum, serta nilai 2,9 dari skala 10 dari kelompok pakar.

Laporan tersebut mencatat 78 persen responden menempatkan lonjakan harga kebutuhan pokok sebagai krisis paling mendesak yang wajib diselesaikan pemerintah, diikuti persoalan lapangan kerja sebesar 58 persen.

Survei CELIOS ini diselenggarakan pada periode 15 September hingga 9 Oktober 2026. Penelitian melibatkan 1.142 responden masyarakat umum yang dijaring melalui non-probability sampling (Meta Ads dengan weighting) dari berbagai provinsi, serta 129 responden ahli yang dipilih menggunakan teknik snowball sampling.

(zak/fajar)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *