News

Viral Gubernur Adu Mulut dengan Pegawai SPBU, Tere Liye: Antrean BBM Jelas Salah Pemimpin



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Penulis novel dan buku-buku best seller, Tere Liye menyebut antrean BBM di SPBU akibat dari kesalahan pemerintah.

Hal tersebut disampaikan menanggapi viralnya video Gubernur Bali I Wayan Koster adu mulut dengan operator SPBU. Itu setelah pegawai tersebut diminta tak mengeluh capek hadapi antrean panjang.

“Antrean di SPBU ini jelas karena salah pemimpin. Semua jadi susah,” tulis pria yang juga dikenal sebagai akuntan ini dikutip dari akun Instagram pribadinya, Kamis (15/10/2026).

Tere Liye menegaskan, Indonesia milik rakyat.

“Dear rakyat jelata. Negeri ini milik kalian. Sungguh, negeri ini adalah milik kalian,” imbuhnya.

Karenanya, jika lelah dalam bekerja, maka tiap orang punya hak untuk istirahat. Bahkan marah.

“Maka, jika kalian capek, lelah. Sementara elit-elit di sana bisa marah-marah, hidup mewah. Kalian bisa loh menghabisi semuanya. Orang-orang yang bikin hidup kalian tambah susah,” ujarnya.

Di sisi lain, dia meminta masyarakat tak memilih politsi yang kini berkuasa.

“Secara konstitusional, lewat pemilu. Berhentilah memilih politisi manapun yang hari ini berkuasa. Termasuk keluarganya. Reset ulang saat 2029 nanti,” sarannya.

“Tapi duh Gustiiii. Kalian pemaaf nan bodoh,” sambungnya.

Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia itu pun mengaku selama ini kerap menanamkan kepada pembacanya agar tak mengidolakan politisi.

“Saya tidak lelah mengedukasi netizen sejak 2004, ribuan tulisan, entahlah, bahkan pembaca-pembaca saya juga banyak yang bodoh. Masiiih saja punya idola politisi,” pungkasnya.

Viral Koster Adu Mulut

Peristiwa tersebut terjadi di SPBU Pertamina di Jalan Diponegoro, Kota Denpasar, pada Rabu (14/10/2026) malam. Saat Koster melakukan peninjauan antrean BBM panjang di Bali.

Video yang tersebar, dua orang operator SPBU Pertamina terlibat adu mulu dengan Koster. Koster sempat meminta mereka diam.

“Diam kamu,” kata Koster.

Dua perempuan tersebut tak berhenti. Mereka menegaskan, bahwa mereka capek.

“Saya bukan robot. Saya bukan robot. Saya juga capek, Pak,” kata salah seorang operator SPBU.

Meski pegawai, mereka menegaskan punya hak untuk istirahat jika capek.

“Iya saya pegawai, tapi saya punya hak juga pak. Ini kecapean Pak,” sambungnya.

Mereka menantang Koster merasakan apa yang mereka rasakan sebagai operator SPBU.

“Bapak gak kasihan sama kita? Coba Bapak di sini. Di lapangan. Gimana rasanya?” imbuhnya.

Koster pun terlihat hemat bicara. Lalu meminta pihak SPBU mengusir dua operator tersebut.

“Usir itu pegawaimu,” ucap Koster.

(Arya/Fajar)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *