Chusnul Chotimah Sentil PSI Terkait Polemik Grace Natalie: Solidaritas Cuma Omon-omon?

JAKARTA, PORTALUTAMA.NET — Pegiat media sosial, Chusnul Chotimah, melontarkan sindiran keras terhadap Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di tengah polemik yang menyeret Sekretaris Dewan Pembina PSI, Grace Natalie.
Komentar itu disampaikan Chusnul meski Grace sebelumnya telah menegaskan bahwa dirinya sendiri yang meminta agar PSI tidak memberikan bantuan hukum terkait perkara video tanggapannya soal Jusuf Kalla.
Melalui pernyataannya, Chusnul menilai kondisi internal PSI saat ini sudah jauh berubah dibanding sebelumnya.
Chusnul menilai ada persoalan serius yang sedang terjadi di tubuh partai berlambang mawar tersebut.
“Ternyata separah ini kerusakan di tubuh PSI,” ujar Chusnul dikutip fajar.co.id, Kamis 14 Mei 2026.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Ade Armando yang dianggap telah membuka situasi internal partai ke publik.
“Terimakasih pak Ade Armando sudah bicara,” lanjutnya.
Bukan hanya itu, Chusnul turut menyinggung slogan solidaritas yang selama ini melekat pada PSI.
“Ternyata kata solidaritas itu cuma omon-omon,” tukasnya.
Baginya, perpecahan di internal PSI saat ini bukan lagi sekadar isu semata.
“Ada perpecahan di PSI itu fakta. PSI sudah tidak seperti yang dulu,” imbuhnya.
Isu Politisasi Agama Disoal
Lebih jauh, Chusnul juga menyinggung arah politik PSI yang dinilai mulai memainkan isu agama demi meraih dukungan pemilih muslim.
“PSI sekarang sdng mainkan politisasi agama demi mengejar pemilih muslim,” ungkapnya.
Ia pun mengaku tidak terkejut dengan dinamika pergantian kader di internal partai tersebut.
“Soal kader lama disingkirkan sama yg baru sy sih ga kaget, lihat aja didaerah, kader buangan dari partai lain langsung dijadikan petinggi partai,” tandasnya.
Grace Natalie: Itu Permintaan Saya
Sekretaris Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie, akhirnya angkat bicara terkait polemik dirinya yang tidak mendapat bantuan hukum dari partai usai dilaporkan ke Bareskrim Polri.
Laporan tersebut berkaitan dengan video tanggapan Grace terhadap potongan ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, yang sebelumnya ramai menjadi perbincangan publik.
Grace menegaskan keputusan PSI untuk tidak memberikan pendampingan hukum bukanlah bentuk penolakan partai, melainkan atas permintaannya sendiri.
Grace menjelaskan, sikap PSI yang disampaikan Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali, sudah lebih dulu dibicarakan dengannya.
Menurut Grace, dirinya memang meminta agar persoalan tersebut tidak dikaitkan dengan partai.
“Ketika minggu lalu ada pernyataan dari Ketua Harian Ahmad Ali, jadi saya ingin menyampaikan bahwa pernyataan beliau itu didasari oleh permintaan saya sebagai pendiri partai,” kata Grace kepada wartawan di kawasan Jakarta Pusat, Senin kemarin.
Source link
