News

Isu Anies Diusul Masuk Kabinet Prabowo, Faizal Assegaf Skakmat Syahganda Nainggolan: Jelas Tak Elok



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Aktivis senior Faizal Assegaf mengkritik keras narasi yang dilontarkan Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI, Syahganda Nainggolan, mengenai usulan agar Anies Baswedan bergabung ke dalam kabinet pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Faizal menilai gagasan tersebut kurang tepat dan justru memberi kesan negatif terhadap figur-figur yang berada di luar garis pemerintahan. Menurutnya, ketimbang menggiring opini agar Anies mengejar kursi menteri, publik justru menantikan inisiatif kenegarawanan dari Presiden Prabowo untuk membuka komunikasi langsung secara setara.

“Narasi Bakom melempar isu agar pak @aniesbaswedan masuk kabinet, jelas tak elok. Seolah semua pihak yang bersikap kritis gila jabatan,” ucap Faizal dilansir dari akun X pribadinya, Senin (12/10/2026).

Faizal menekankan bahwa dialog antar-tokoh bangsa jauh lebih berharga untuk menciptakan iklim politik yang sehat ketimbang sekadar bagi-bagi posisi di jajaran menteri.

“Yang ditunggu publik jiwa besar Prabowo untuk mampir ke pak Anies. Saling silaturahim & mendengar masukan demi kepentingan rakyat,” pungkasnya.

Kritik tajam tersebut merespons pernyataan Kepala Bakom RI, Syahganda Nainggolan, yang secara terbuka mendorong mantan Gubernur DKI Jakarta itu untuk bersedia mengisi posisi Menteri Pendidikan di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto.

Syahganda menilai rivalitas politik Pilpres 2024 sudah saatnya ditanggalkan demi kepentingan nasional yang lebih luas.

“Saya mendorong dia (Anies) untuk jadi Menteri Pendidikan. Cocok, Anies cocok,” kata Syahganda dalam tayangan di kanal YouTube Total Politik, Minggu (11/10/2026).

Syahganda mengimbau Anies agar tidak perlu merasa sungkan jika peluang pengabdian tersebut dibuka oleh pihak Istana. Ia mengungkit kembali rekam jejak dukungan politik Prabowo kepada Anies pada kontestasi Pilkada DKI Jakarta 2017 silam.

“Tidak usah malu-malu. Pasti ada ego dan gengsi, tapi salah dong kalau gengsi. Bagaimanapun, yang membesarkan dia (Anies) kan Prabowo juga,” ujarnya.

Sebagai analogi, Syahganda merujuk pada langkah rekonsiliasi yang pernah diambil Prabowo ketika bersedia menjadi Menteri Pertahanan di era Presiden ke-7 RI Joko Widodo usai berkompetisi keras dalam dua edisi pemilu.

Selain Anies, Syahganda turut menyarankan agar Presiden Prabowo tidak ragu merangkul tokoh-tokoh potensial lain dari luar koalisi, seperti Ganjar Pranowo dan Mahfud MD, guna memperkuat jajaran kabinet.

“Jangan selalu bicara the winner takes all, merasa paling berkeringat lalu yang lain tidak,” kata Syahganda.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *