News

Guntur Romli Soroti Pelantikan Wamenkeu Luky Alfirman yang Pernah Dicopot Purbaya karena Loloskan Anggaran Motor Listrik BGN



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto baru saja melakukan perombakan kabinet, termasuk melantik sejumlah wakil menteri. Salah satu wamen yang dilantik dan jadi sorotan adalah Wakil Menteri Keuangan, Luky Alfirman.

Salah satu pihak yang memberikan sorotan terhadap pelantikan wamenkeu tersebut yakni Jubir PDI Perjuangan, Guntur Romli. Dia menyoriti karena tokoh tersebut pernah dipecat oleh mantan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa dari jabatan Dirjen Anggaran.

Guntur Romli menyebut, wamenkeu tersebut pernah dicopot dari jabatannya karena meloloskan anggaran pengadaan motor listrik Badan Gizi Nasional (BGN).

“Luky musuh Purbaya dilantik wamenkeu, disebut-sebut pernah loloskan anggaran motor listrik BGN,” kata Guntur Romli, Jumat (2/10/2026).

Karena itu, Guntur Romli menilai bahwa pelantikan tersebut sebagai salah satu kejutan politik dari Presiden Prabowo Subianto. “Politik kita memang penuh kejutan, atau lebih tepatnya penuh ironi,” katanya.

Menurut dia, nama Luky Alfirman sejatinya sudah tidak asing lagi karena baru lima bulan lalu dia dicopot dari kursi Dirjen Anggaran oleh Menkeu Purbaya kala itu.

“Kenapa dicopot? Purbaya tidak menjawab lugas. Ia hanya melempar kalimat yang kini terdengar masih menggantung. Motor MBG mungkin Anda tebak saja sendiri, katanya waktu itu. Publik pun menebak pengadaan puluhan ribu motor listrik untuk BGN era Dadan Hindayana,” katanya.

Lolosnya anggaran pengadaan motor listrik BGN tersebut dinilai bermasalah karena sudah mendapat penolakan dari Purbaya. Dengan alasan bahwa ada celah sistem di Direkturat Jenderal Anggaran.

“Sistemnya yang bocor, atau ada yang sengaja membiarkan pintu terbuka?
Pertanyaan itu belum pernah dijawab tuntas, tidak ada penjelasan resmi dan terbuka soal siapa yang bertanggung jawab atas lolosnya anggaran motor listrik BGN tersebut,” jelas Guntur Romli.

Setelah polemik tersebut berlalu beberapa bulan terakhir, pejabat yang tadinya dicopot tersebut justru naik kelas menjadi wakil menteri.

“Lalu apa pesannya? Apakah pencopotan oleh Purbaya saat itu keliru? Apakah tuduhan soal motor listrik hanya gosip? Atau itu tanda bahwa setelah Purbaya dipecat, setelah Purbaya pergi, orang-orang yang dulu ia singkirkan kembali satu persatu? Rakyat berhak tahu uang negara bukan uang kas warung yang bisa bocor lalu dilupakan,” katanya.

Dia meminta kepada pemerintah untuk menjelaskan kepada publik secara terang jika memang wamenkeu yang baru dilantik itu memang bersih.

“Jika tidak, mengapa diberi kursi yang lebih tinggi? Jangan sampai rakyat menyimpulkan sendiri bahwa di republik ini dicopot bukan akhir karier, melainkan jeda sebelum promosi,” sebutnya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *