News

11 Polisi Diperiksa Buntut Tewasnya Rafli di ‘Jalur Gaza Makassar’



PORTALUTAMA.NET, MAKASSAR — Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Sulsel, terus mendalami dugaan penembakan yang mengakibatkan Rafli Ramadhani (19) meninggal di ‘Jalur Gaza Makassar’, Kecamatan Tallo, Kota Makassar.

Kabid Propam Polda Sulsel, Kombes Pol Dodik Susianto, mengatakan bahwa saat ini pihaknya telah memeriksa sedikitnya 13 saksi.

“Saat ini sudah ada kurang lebih 13 orang yang diambil keterangan, anggota 11 orang dan selebihnya masyarakat,” ujar Dodik kepada awak media, Rabu (30/9/2026).

Hasil Pemeriksaan Belum Disimpulkan

Dodik menegaskan hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan pemeriksaan. Dan, belum dapat ditarik kesimpulan sementaranya.

“Proses tetap kami laksanakan, tetap berjalan sampai saat ini pemeriksaan, juga koordinasi dengan timkum terkait kalau memang ada pidananya,” tukasnya.

Mengenai kemungkinan kesalahan prosedur saat pembubaran bentrok antarkelompok, Dodik menekankan bahwa pihaknya masih bekerja.

“Nanti kita dalami ya, setelah semua diperiksa termasuk personel-personel semuanya, nanti kita akan dalami semua,” imbuhnya.

“Ada terkait SOP-nya dan juga mungkin administrasi-administrasi lainnya. Yang jelas kita update terus, sampai saat ini sudah kurang lebih 13 orang,” tandasnya.

Sebelumnya, Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, mengungkapkan kondisi di lokasi bentrokan antara kelompok Kandea dan Bunga Eja, Kecamatan Tallo, sebelum warga bernama Rafli Ramadhani (19) meninggal dunia.

Arya mengatakan, polisi yang tiba di lokasi harus menghadapi situasi yang cukup genting.

Massa yang terlibat tawuran disebut berjumlah lebih dari 100 orang, sementara personel kepolisian yang berada di lokasi hanya lima orang.

Dalam situasi tersebut, polisi berupaya membubarkan massa untuk mencegah jatuhnya korban dari kedua kelompok.

Polisi Berupaya Bubarkan Massa

Arya menjelaskan, tindakan personel di lapangan dilakukan dengan mempertimbangkan situasi yang terjadi ketika itu.

“Tindakan anggota polri di lapangan tentu melihat kondisi dan situasi yang terjadi saat itu, itu yang pertama. Sudah di sampaikan sejak awal ada laporan tentang pertikaian kelompok antar dua kubu Kandea dengan Bunga Eja,” ujar Arya kepada awak media, Minggu (27/9/2026).

Dikatakan Arya, jumlah massa yang terlibat bentrokan diperkirakan mencapai lebih dari 100 orang.

“Jumlah orang yang tawuran di sana diperkirakan lebih dari 100 orang. Anggota yang datang ke sana tadi disampaikan ada lima orang,” tukasnya.

Lima personel tersebut kemudian berupaya memisahkan kedua kelompok agar bentrokan tidak semakin meluas.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *