Mahfud MD Sebut Belum Ada Tokoh yang Bisa Mengimbangi Prabowo di Pilpres 2029, Gibran-KDM?

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Mantan Menko Polhukam Mahfud MD menilai Presiden Prabowo Subianto memiliki peluang besar untuk kembali maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029. Jika Prabowo benar-benar mencalonkan diri, Mahfud bahkan memperkirakan peluangnya untuk kembali memenangkan kontestasi cukup besar.
Mahfud mengatakan keyakinan tersebut salah satunya didasarkan pada posisi Prabowo sebagai presiden petahana. Menurut dia, status incumbent memberikan sejumlah sumber daya politik dan pemerintahan yang dapat menjadi modal menghadapi Pilpres 2029.
“70 persen yakin Pak Prabowo akan mencalonkan diri lagi. Dan kalau dia mencalonkan diri lagi, peluangnya untuk menang besar,” kata Mahfud dalam pernyataannya yang dikutip pada Selasa (29/9/2026).
Mahfud menilai konfigurasi politik saat ini juga relatif menguntungkan Prabowo. Ia bahkan menyebut sosok calon wakil presiden yang nantinya mendampingi Prabowo tidak akan terlalu menentukan apabila Prabowo kembali maju.
Menurut Mahfud, kekuatan utama Prabowo saat ini terletak pada posisinya sebagai petahana. Pergantian atau perubahan komposisi pasangan calon, kata dia, tidak serta-merta mengubah kekuatan politik tersebut.
Mahfud juga melihat belum ada tokoh politik yang memiliki kekuatan sebanding untuk menghadapi Prabowo dalam kontestasi 2029.
Kondisi itu, menurut dia, membuat tokoh-tokoh yang berniat maju harus menghitung secara matang risiko politik ketika berhadapan dengan presiden petahana.
Salah satu risikonya adalah konsekuensi politik jika penantang akhirnya kalah dalam pertarungan.
Mahfud juga menyoroti sejumlah program pemerintah yang menurutnya dapat memperkuat kedekatan Prabowo dengan masyarakat. Ia menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih sebagai kebijakan yang berpotensi menjadi bagian dari modal politik Prabowo.
Selain program pemerintah, Mahfud menyinggung kemunculan berbagai organisasi atau kelompok yang secara terbuka menyatakan dukungan kepada Prabowo.
Menurut dia, fenomena tersebut menunjukkan mulai terbentuknya basis dukungan politik menuju Pilpres 2029.
Mahfud Singgung Aparat dan Politik
Di tengah penilaiannya mengenai kuatnya posisi Prabowo, Mahfud juga menyampaikan kekhawatiran mengenai netralitas aparatur negara.
Ia menyinggung dugaan penggunaan polisi dan aparat untuk kepentingan politik. Menurut Mahfud, persoalan tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam membaca dinamika politik menuju 2029.
Mahfud juga menggunakan istilah “menggergaji” Prabowo untuk menggambarkan upaya melemahkan posisi politik presiden ketika kekuatannya dinilai masih besar.
Source link
