News

Persepsi Negatif Program Prabowo Tinggi, Said Didu Beber Tiga Penyebab Utama



PORTALUTAMA.NET,JAKARTA — Eks Sekretaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Muhammad Said Didu menyebut ada tiga alasan mengapa persepsi negatif terhadap program Presiden Prabowo Subianto tinggi.

Hal tersebut dia ungkapkan melalui akun TikTok pribadinya. Didu mengaku sepakat dengan pendapat pebisnis Wijayanto Samirin.

“Saya sangat setuju yang disampaikan Pak Wijayanto Samirin, bahwa terganggunya, tidak suksesnya program utama dan program prioritas Pak Prabowo disebabkan oleh tiga hal,” kata Said Didu dikutip Senin (7/9/2026).

Said Didu menjelaskan, alasan pertama karena buruknya komunikasi pemerintah.

“Pertama, buruknya komunikasi pemerintah,” ujarnya.

Selain itu, rakyat tak tahu apa yang dikerjakan pemerintah melalui program-programnya.

“Kedua, rakyat tidak tahu secara pasti program tersebut mau kemana dan akan jadi apa,” ucap Said Didu.

Terakhir, Said Didu menduga ada pihak yang sengaja mengganggu.

“Ketiga, tekanan dari pihak yang terganggu,” imbuhnya.

Hal tersebut, menurutnya tercermin dari pidato presiden. Setiap Prabowo berpidato, kerap dicari-cari kesalahannya.

“Kita lihat, setiap pidato presiden, yang ditunggu adalah kesalahan presiden. Dibuat meme. “Menghina” presiden, karena memang terdapat kesalahan,” terangnya.

Di sisi lain, Said Didu melihat pemerintah tak punya juru bicara yang mumpuni. Kalaupun muncul menjawab persoalan yang ada, malah kembali dianggap salah.

“Pemerintah sama sekali tidak punya juru bicara apa yang diinginkan presiden. Kalaupun ada yang ingin menjelaskan, pasti dianggap salah,” ucapnya.

Semua itu menurutnya berdampak pada citra terhadap presiden dan program-programnya.

“Akhirnya apa yang terjadi sekarang, publik tidak percaya apa yang dilakukan presiden. Semakin banyak penjelasan dari pemerintah, publik malah mencari kesalahan kesalahan,” pungkasnya.

Hasil Survei Tempo

Survei Tempo menunjukkan kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran meluncur bebas pada Agustus 2026. Tingkat kepuasan masyarakat kini hanya tersisa 37 persen.

Angka tersebut anjlok drastis dibanding Desember 2025 yang sempat mencapai 75 persen. Penurunan tajam ini mencatatkan kemerosotan hingga 38 persen.

Rapor kinerja pasangan ini secara konsisten berada di bawah 50 persen. Skor rata-rata kepuasan publik hanya berada di angka 5,8 dari skala 10.

Kepuasan terhadap Prabowo secara personal mencatatkan angka 5,7. Sementara itu, Gibran memperoleh nilai yang lebih rendah yaitu 5,3.

Penolakan paling tajam berasal dari wilayah Banten yang menyentuh 76 persen. Secara demografi, pemuda usia 26–30 tahun menjadi kelompok paling kritis sebesar 74 persen.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *