News

Satu Nyawa Melayang pada Demo 27 Agustus, Rizal Fadillah Desak GRIB Jaya Dibubarkan: Ormas Jangan Berubah Jadi Gerombolan



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Desakan agar organisasi masyarakat (ormas) tidak mengambil peran aparat kembali mencuat setelah kericuhan dalam aksi demonstrasi di Jakarta pada 27 Agustus 2026 kemarin.

Pemerhati Politik dan Kebangsaan, Rizal Fadillah bahkan secara tegas meminta GRIB Jaya yang dipimpin Rosario Marshall alias Hercules dibubarkan.

Rizal menilai keberadaan kelompok yang disebutnya sebagai ormas berwatak preman berpotensi mengancam kehidupan demokrasi apabila dibiarkan berkembang dan mendapatkan perlindungan.

Menurutnya, penanganan aksi demonstrasi seharusnya dilakukan melalui mekanisme hukum, bukan dengan melibatkan kelompok yang dianggapnya memiliki karakter intimidatif.

Rizal Sebut Ormas Preman sebagai Kejahatan Terorganisasi

Rizal blak-blakan bicara mengenai fenomena ormas yang menurutnya telah bergeser dari fungsi organisasi kemasyarakatan.

“Ormas sebagai organisasi preman adalah kepalsuan atau merupakan kejahatan yang terorganisasi (organized crime),” ujar Rizal kepada fajar.co.id, Kamis (3/9/2026).

Ia menekankan bahwa penggunaan kelompok preman untuk menghadapi massa demonstrasi justru menunjukkan lemahnya penegakan hukum.

“Menanggulangi aksi demonstrasi dengan intimidasi kelompok preman bukan saja tidak sehat tetapi bentuk lain dari kepengecutan aparat,” ucapnya.

Rizal bahkan memperingatkan bahwa jika fenomena tersebut dibiarkan, demokrasi di Indonesia dapat terancam bergeser menjadi apa yang disebutnya sebagai mobokrasi.

“Lebih jauh jika dibiarkan atau dibesarkan dapat menggeser negara kerakyatan (demokrasi) menjadi negara gerombolan (mobokrasi),” tukasnya.

Ingatkan Kematian Bambang Setiyawan

Rizal kemudian mengaitkan desakannya dengan kasus meninggalnya Bambang Setiyawan dalam rangkaian kericuhan demonstrasi pada 27 Agustus 2026.

Ia menyebut GRIB Jaya diduga terlibat dalam pengeroyokan terhadap Bambang, seorang tukang kaca yang disebutnya tidak ikut dalam aksi demonstrasi.

“GRIB Jaya diduga pengeroyok Bambang Setiyawan dalam demo tunggangan preman 27 Agustus 2026. Tukang kaca ini tewas,” sesalnya.

Rizal juga menyampaikan keterangan yang menurutnya berasal dari keluarga Bambang.

“Menurut keluarganya Bambang tidak ikut demo apapun apakah mahasiswa, ojol, Pati, atau lainya. Ia korban kebrutalan kelompok preman yang sengaja untuk beradu dengan pendemo murni,” bebernya.

Terkait dugaan tersebut, Rizal menilai adanya kebersamaan antara kelompok yang disebutnya sebagai preman dan aparat semakin memperkuat kecurigaan mengenai keterlibatan pihak tertentu dalam kericuhan.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *