4 Kebakaran Terjadi di Makassar dalam 2 Hari, Pasar Pabaeng-baeng dan Asrama TNI Paling Parah

PORTALUTAMA.NET, MAKASSAR — Kebakaran melanda kawasan Pasar Pabaeng-baeng, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Rabu (2/9/2026) dini hari. Api dengan cepat membesar dan menghanguskan puluhan kios pedagang.
Sejumlah pedagang yang berada di sekitar lokasi ikut berupaya memadamkan api secara manual sebelum petugas pemadam kebakaran tiba.
Namun, kobaran api yang sudah membesar membuat upaya tersebut tak banyak membantu.
Salah seorang pemilik kios pakaian, Syahril (51), menjadi saksi dalam peristiwa tersebut. Ia mengaku melihat adanya percikan api dari bagian tembok pasar.
Api Diduga Berawal dari Percikan di Tembok
Syahril mengatakan, dirinya menduga kebakaran dipicu korsleting listrik. Dugaan tersebut muncul setelah ia melihat percikan api di sekitar tembok.
“Di tembok mulai terjadi percikan api, di sebelah lagi ada percikan api (Diduga korsleting listrik) kemungkinan,” ujar Syahril di lokasi pada Rabu siang.
Meski demikian, Syahril belum dapat memastikan penyebab kebakaran. Menurutnya, kondisi instalasi listrik di kawasan pasar yang memiliki banyak sambungan membuat penyebab pasti kebakaran perlu ditelusuri lebih lanjut.
“Tapi kurang tahu pastinya, karena banyak sambungan. Sudah ada tim forensiknya Polisi tadi,” sebutnya.
Ia menyebut, dirinya berada di lokasi sekitar pukul 03.14 WITA. Saat itu, api sudah terlihat dari bagian atas bangunan.
“Waktu pukul 03.14 WITA tadi subuh saya ada di sini. Tapi mulai dari atas (plafon), dari situ saya bantu padamkan,” tukasnya.
Syahril juga menyampaikan apresiasinya kepada petugas pemadam kebakaran yang berjibaku mengendalikan kobaran api.
“Saya berterimakasih sama pemadam,” imbuhnya.
Api Pertama Terlihat dari Lapak Campuran
Syahril mengatakan, berdasarkan pengamatannya, api pertama kali muncul dari area yang digunakan pedagang bahan campuran.
“Pertama muncul api? di situ penjual bahan campuran,” jelasnya.
Namun, ia kembali menegaskan bahwa informasi tersebut masih sebatas dugaan awal.
“Tapi itu baru dugaan,” tegas dia.
Syahril mengaku pertama kali mengetahui adanya kebakaran setelah mendapat informasi melalui grup dan menerima telepon. Ia kemudian langsung menuju pasar.
“Tahu pertama dari grup, saya ditelepon. Saya ke sini. Kejadiannya mungkin setengah tiga subuh. Waktu saya datang sudah besar api,” Syahril menuturkan.
Pedagang Berupaya Padamkan Api Secara Manual
Kesaksian serupa disampaikan Haeruddin (49), warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi pasar.
Haeruddin mengatakan, dirinya mengetahui kebakaran setelah seorang petugas kebersihan datang ke rumahnya dan mengetuk pintu untuk memberitahukan adanya kebakaran.
“Awalnya saya di rumah, dekat dari sini, kebetulan ada petugas kebersihan ke rumah mengetuk pintu (bilang) ada kebakaran,” ucap Haeruddin.
Source link
