News

Prabowo Bandingkan Kabinet Indonesia dengan Timor Leste, Palti Hutabarat Heran: Kok Makin Mundur Ini Negara



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pegiat media sosial, Palti Hutabarat merespons pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang membandingkan Indonesia dengan Timor Leste. Perbandingan tersebut terkait dengan jumlah kabinetnya.

Palti Hutabarat menilai, perbandingan yang diambil Prabowo tersebut sangat tidak selevel dengan kondisi Indonesia. Terlebih lagi, negara yang menjadi pembanding tersebut adalah negara yang pernah menjadi bagian dari Indonesia.

Palti Hutabarat lantas menilai terlalu rendah ketika Prabowo harus mengambil perbandingan negara Timor Leste, negara yang pernah menjadi bagian dari provinsi di Indonesia.

“Hal Terendah Dari Sebuah Negara Adalah Membandingkan Dirinya Dengan Negara Yang Pisah Dari Dirinya..,” kata Palti Hutabarat.

Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto seharusnya menjadikan negara yang lebih maju dari Indonesia sebagai perbandingan, bukan justru sebaliknya. Pasalnya menurut dia, kondisi itu justru terkesan sebagai kemunduran bagi sebuah bangsa besar.

“Bandingkan itu ya sama Negara maju dong, kok makin mundur ini Negara..,” tandas Palti Hutabarat.

Sebelumnya, saat menutup Muktamar NU, Presiden Prabowo menyinggung soal postur kabinetnya yang menjadi sasaran kritik oleh sebagian kalangan. Salah salah satunya kabinet gemuk dan tidak mencerminkan langkah pemerintah yang sedang melakukan efisiensi.

Sebagai gambaran, Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memiliki 49 kementerian (terdiri dari 7 kementerian koordinator dan 42 kementerian teknis) serta beberapa kepala badan setingkat menteri, sehingga total terdapat sekitar 53–54 pejabat setingkat menteri.

“Padahal ada negara Timur Leste yang jumlah penduduknya hanya 1 juta. Lebih kecil dari banyak provinsi di Indonesia. Lebih kecil dari banyak kabupaten di Indonesia. Mungkin Kabupaten Bogor jauh lebih besar dari Timur Leste. Mereka hanya 1,1 juta, kabinetnya 28.
Kabinetnya Timur Leste 28,” kata Prabowo.

Prabowo lantas mengungkap bahwa selama kurang dua tahun pemerintahnya, pemerintah telah menurut 290 BUMN yang tidak menguntungkan, tidak punya kinerja baik atau malah mengalami kerugian.

“Dengan 290 BUMN, kita telah menghemat 50 triliun. Dan pemerintah yang saya pimpin, 31 Desember 2026, kami akan menutup lagi. Paling sedikit 700 lagi yang kami akan tutup. Jadi nanti hanya tinggal mungkin 250 BUMN,” tandas Prabowo. (fajar)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *