Eks Pejabat OJK Bongkar Hasil Penelusuran Pendidikan Gibran di Australia: Kursus Bahasa, Bukan Universitas

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Kontroversi mengenai keabsahan ijazah serta rekam jejak pendidikan Wakil Presiden Terpilih Gibran Rakabuming Raka kembali menjadi perbincangan publik.
Persoalan ini mengemuka dalam dialog interaktif yang ditayangkan langsung melalui kanal YouTube BANG EDY CHANNEL, tayang pada Selasa (25/8/2026).
Dalam tayangan tersebut, jurnalis senior Edy Mulyadi menghadirkan narasumber Agus Yunanto, mantan pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang kini aktif memantau dinamika politik nasional dan memiliki jaringan internasional. Diskusi secara khusus mengulas klaim riwayat pendidikan Gibran saat menempuh studi di Sydney, Australia.
Awal Mula Penelusuran Rekam Jejak di Sydney
Edy Mulyadi membuka dialog dengan menanyakan latar belakang penelusuran yang dilakukan Agus Yunanto. Ia menyebut isu ijazah Gibran mencuat setelah ada sayembara bernilai miliaran rupiah yang mempertanyakan status pendidikan putra sulung Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi itu.
“Om Agus ini punya jaringan internasional yang luas dan sering mengurusi relawan di luar negeri. Ketika isu mengenai ijazah Gibran ini mencuat, banyak pihak mempertanyakan status pendidikannya. Anda sendiri sempat terbang ke Australia bersama Roy Suryo. Bisa diceritakan bagaimana awal mula penelusuran rekam jejak pendidikan Gibran di Sydney ini?” tanya Edy Mulyadi.
Agus Yunanto menjelaskan, informasi awal ia dapatkan dari seorang sahabat bernama Iksan Katuwande yang telah tinggal di Sydney lebih dari 30 tahun.
“Pada tahun 2018, Pak Iksan mendapat tugas dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Sydney untuk mendampingi Gibran dan keluarganya yang sedang berkunjung ke sana. Dari pendampingan itulah Pak Iksan mendapatkan informasi langsung dari Gibran mengenai riwayat pendidikannya selama berada di Australia,” ujar Agus.
Dari informasi tersebut, Agus bersama sejumlah pihak kemudian melakukan penelusuran lebih lanjut ke lembaga pendidikan yang disebut dalam dokumen resmi Gibran.
Fakta di Lapangan: Insearch Language Center, Bukan Universitas
Salah satu poin krusial dalam dialog adalah status lembaga pendidikan yang disebut dalam Surat Keterangan dari Kementerian Pendidikan. Dalam dokumen itu tertulis Gibran menyelesaikan pendidikan Grade 12 di UTS Insearch Sydney.
Agus membantah penyebutan tersebut. Berdasarkan penelusuran langsung di lokasi dan konfirmasi kepada rekan-rekan yang pernah belajar di sana pada 2005-2006, lembaga yang dimaksud adalah Insearch Language Center.
“Ini harus diperjelas. Pada tahun 2005 hingga 2006, namanya memang murni Insearch Language Center, bukan UTS Insearch atau University of Technology Sydney (UTS),” tegas Agus.
Source link
