Denny Indrayana Ungkap Sayembara Ijazah Gibran Diduga Diganggu, Nomor WA Tiba-tiba Tak Bisa Diakses

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pakar hukum tata negara Denny Indrayana mengungkap adanya gangguan terhadap sayembara untuk menunjukkan ijazah SMA atau sederajat milik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Denny mengatakan nomor WhatsApp yang selama ini digunakan untuk menerima komitmen sumbangan hadiah sayembara tiba-tiba tidak dapat diakses. Ia menduga ada pihak yang berupaya mengganggu jalannya sayembara tersebut.
“Nomor WA untuk menerima komitmen sumbangan sayembara IJAZAH SMA/SEDERAJAT GIBRAN tiba-tiba tidak bisa diakses. Ada pihak-pihak yang menganggu perjuangan ini. Kami sedang siapkan nomor WA baru,” tulis Denny melalui akun X pribadinya, dikutip Minggu (23/8/2026).
Sayembara tersebut sebelumnya dibuka dengan hadiah Rp100 juta bagi pihak yang dapat menunjukkan ijazah SMA atau dokumen pendidikan setara Gibran.
Nilai hadiah kemudian meningkat setelah muncul sejumlah komitmen sumbangan dari masyarakat. Salah satunya berupa wakaf tanah yang disebut bernilai Rp700 juta, ditambah Rp100 juta dari Forum Purnawirawan Pengawal (FPP) TNI.
Jumlah hadiah terus meningkat hingga menembus miliaran rupiah. Pada 21 Agustus 2026, total hadiah disebut mencapai sekitar Rp2,01 miliar dan kemudian meningkat lagi dalam beberapa hari berikutnya.
Besarnya nilai hadiah tersebut membuat sayembara ijazah Gibran menjadi perhatian publik. Denny sebelumnya menyampaikan pembaruan mengenai jumlah hadiah melalui akun media sosialnya.
Polemik Dokumen Pendidikan Gibran
Polemik mengenai dokumen pendidikan Gibran berkaitan dengan riwayat pendidikan menengahnya yang ditempuh di luar Indonesia.
Gibran diketahui bersekolah di Orchid Park Secondary School, Singapura, dan menyelesaikan ujian O-Level. Pendidikan tersebut kemudian menjadi bagian dari perdebatan mengenai dokumen yang digunakan untuk memenuhi persyaratan pencalonannya sebagai wakil presiden pada Pemilu 2024.
Sejumlah pihak mempertanyakan status kesetaraan pendidikan Gibran dengan jenjang SMA di Indonesia. Persoalan tersebut juga telah dibawa ke ranah hukum melalui sejumlah gugatan.
Di sisi lain, pihak yang membela keabsahan dokumen pendidikan Gibran menekankan bahwa pendidikan yang ditempuh di luar negeri dapat memperoleh pengakuan atau penyetaraan sesuai ketentuan yang berlaku.
Karena itu, persoalan yang kini menjadi sorotan bukan hanya mengenai ada atau tidaknya ijazah SMA yang diterbitkan sekolah di Indonesia, tetapi juga mengenai dokumen pendidikan luar negeri dan status kesetaraannya dalam sistem pendidikan nasional.
Denny sendiri terus mendorong pembuktian dokumen pendidikan Gibran secara terbuka melalui sayembara yang diumumkannya. Namun, dengan nomor WhatsApp yang digunakan untuk menerima komitmen hadiah disebut mengalami gangguan, ia menyatakan tengah menyiapkan nomor baru.
Source link
