News

Kebakaran Hutan Kalimantan Capai 33.837 Hektare, Sadewa: Tanggapan Pemerintah Sepi, Tindakan Juga Sepi?



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Kebakaran Hutan dan Lahan (karthula) di Kalimantan disebut telah mencapai 33.837 hektare. Tersebar di sejumlah titik di berbagai provinsi.

“Asap pekat dan ribuan titik panas. Karhutla kepung Kalimantan. 33.837 Hektare hutan dan lahan hangus terbakar,” kata Pegiat Media Sosial Sadewa dikutip dari unggahannya di X, Jumat (21/8/2026).

Sadewa merinci, titik panas tersebar di empat provinsi. Kalimantan tengah 2.063 sebesar lebih 3 ribu hektare, Kalimantan Barat 1.982 titik sebesar lebih 28 ribu hektare, Kalimantan Selatan 512 titik lebih 380 hektare, dan Kalimantan Timur 507 titik lebih dari 1.200 hektare.

Sadewa mengaku heran, karthula tersebut sudah sangat parah dan meluas. Namun pemberitaannya sepi, tanggapan dan tindakan pemerintah juga dinilanya sepi.

“Sudah separah ini kok beritanya sepi, tanggapan pemerintah sepi, tindakan pemerintah juga sepi?” ujarnya.

Dia pun berspekulasi. Meminta agar Presiden Prabowo Subianto berhati-hati.

“Hati-hati pak @prabowo ada kesengajaan agar rezim bapak gagal lalu akan dibandingkan dengan rezim Jokowi.
@Gerindra,” imbuhnya.

Pernyataan Kemenhut

Dikutip dari websit Kementerian Kehutanan (Kemenhut(, saat ini pemerintah tengah memperkuat operasi terpadu pengendalian karthula di Kaliamantan.

Penguatan dilakukan menyusul peningkatan hotspot berkepercayaan tinggi serta laporan masyarakat mengenai kabut asap dan keterbatasan jarak pandang di sejumlah wilayah.

Operasi terpadu melibatkan Kementerian Kehutanan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BMKG, pemerintah daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, pelaku usaha, relawan, serta masyarakat.

“Keselamatan dan kesehatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam seluruh langkah penanganan,” tulis Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan,
Ristianto Pribadi, dikutip Kamis (20/8/2026).

Berdasarkan pemutakhiran Sistem Pemantauan Karhutla (SIPONGI) Kementerian Kehutanan, pemantauan Satelit NASA-MODIS/Terra-Aqua dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence menunjukkan perkembangan hotspot yang dinamis selama 17–19 Agustus 2026.

Pada 17 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB, terdeteksi 93 hotspot berkepercayaan tinggi di Kalimantan Barat, 28 hotspot di Kalimantan Tengah, dan dua hotspot di Kalimantan Selatan. Jumlah keseluruhan di ketiga provinsi tersebut mencapai 123 titik.

Pada 18 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB, hotspot di Kalimantan Barat turun menjadi 15 titik. Sementara itu, Kalimantan Tengah meningkat menjadi 73 titik dan Kalimantan Selatan menjadi 21 titik. Jumlah keseluruhan hotspot berkepercayaan tinggi pada hari tersebut mencapai 109 titik.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *