Cucu Taufan Pawe Meninggal di RSIA Paramount, DPRD Makassar Desak Penutupan Jika Terbukti Lalai

PORTALUTAMA.NET, MAKASSAR — Sekretaris Komisi D DPRD Makassar, dr Fahrizal Arrahman Husain, mendesak adanya sanksi tegas terhadap RSIA Paramount jika nantinya terbukti terjadi kelalaian medis dalam kasus meninggalnya cucu anggota DPR RI Taufan Pawe.
Fahrizal mengatakan pihaknya menerima laporan masyarakat terkait pasien yang meninggal di RSIA Paramount pada 13 Agustus.
Namun, ia menyoroti lambannya laporan mengenai kejadian tersebut yang baru diterima Dinas Kesehatan (Dinkes) tiga hari setelah pasien meninggal.
Laporan Kematian Disebut Terlambat
Fahrizal menjelaskan, berdasarkan ketentuan yang berlaku, setiap kejadian pasien meninggal seharusnya dilaporkan kepada Dinkes dalam waktu 1 x 24 jam.
Sementara itu, laporan resmi dari komite mutu rumah sakit juga memiliki batas waktu tersendiri.
“Itu dari laporan masyarakat mengenai adanya kejadian, pasien meninggal di RSIA Paramount pada tanggal 13. Ternyata laporan yang masuk ke Dinas Kesehatan itu baru masuk tiga hari setelahnya,” ujar Fahrizal usai melakukan sidak, Kamis (20/8/2026).
“Padahal dalam aturan kalau ada pasien meninggal, dalam satu kali 24 jam itu harus ada laporan masuk ke Dinkes,” tambahnya.
Fahrizal juga menyebut laporan dari komite mutu hingga 20 Agustus belum diterima.
“Ini sampai sekarang tanggal 20, sudah tujuh hari belum ada laporan dari komite mutu,” ucapnya.
Audit Komite Mutu Belum Rampung
Dalam kunjungan Komisi D DPRD Makassar ke RSIA Paramount, Fahrizal mengatakan pihaknya mendapat penjelasan bahwa proses audit masih berjalan.
Menurutnya, komite medik baru menyelesaikan audit yang menjadi kewenangannya.
“Ternyata pada saat kita kunjungan tadi, yang baru menyelesaikan itu baru komite medik,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, komite medik hanya memiliki kewenangan melakukan audit terhadap dokter.
Sementara tenaga kesehatan lainnya, seperti perawat dan bidan, berada dalam lingkup pemeriksaan komite masing-masing.
“Komite medik cuma bisa melakukan audit kepada dokter, bukan nakes lainnya. Ada juga komite keperawatan dan bidan,” jelas Fahrizal.
DPRD Minta Hasil Audit Dibuka
Fahrizal mengatakan hasil audit tersebut masih harus melalui sejumlah tahapan, termasuk pertemuan dengan organisasi profesi terkait.
Ia menyebut akan ada pertemuan dengan IDI Makassar dan selanjutnya dengan organisasi profesi perawat.
Fahrizal meminta agar proses tersebut segera diselesaikan sehingga hasil pemeriksaan dapat diketahui secara jelas.
“Tadi saya minta semestinya komite mutu sudah memberikan kami hasil audit itu,” katanya.
Namun, pihak rumah sakit masih meminta waktu untuk menunggu proses pertemuan dengan IDI dan organisasi profesi perawat.
Source link
