News

Kader PSI Sentil Sayembara Ijazah Gibran: Serangan ke Keluarga Jokowi Hiburan bagi yang Kalah



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA – Kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedy Nur Palakka menanggapi sayembara yang digelar Pakar Hukum Tata Negara Denny Indrayana untuk menunjukkan ijazah SMA atau sederajat Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Dedy tampaknya sependapat dengan Ketua Umum Jokowi Mania (Joman) Nusantara, Andi Azwan, yang sebelumnya menyebut Denny hanya mencari popularitas atau pansos melalui persoalan ijazah Gibran.

Menurut Dedy, nama Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dan Gibran Rakabuming Raka masih menjadi isu yang mudah menarik perhatian publik dan media.

“Tidak ada bahan ter-baik dalam politik yang bisa dinaikkan sebagai berita selain dua nama ini. Jokowi dan Gibran Rakabuming Raka,” ujar Dedy, dikutip Fajar.co.id, Rabu (19/8/2026).

Serangan ke Keluarga Jokowi Disebut Hiburan

Dedy menilai berbagai serangan terhadap keluarga Jokowi merupakan bentuk pelampiasan dari pihak-pihak yang kalah dalam kontestasi politik.

Ia meminta publik memahami kondisi tersebut dan memberikan ruang bagi mereka untuk menyampaikan kekecewaan.

“(Serangan ke keluarga Jokowi) Hiburan untuk mereka yang kemarin kalah memang begitu. Jadi kita pahami dan beri mereka ruang untuk melampiaskan apa pun yang tersumbat dalam angan-angannya,” tandasnya.

Hadiah Sayembara Tembus Rp1,05 Miliar

Sebelumnya, Denny Indrayana mengungkapkan hadiah sayembara untuk menunjukkan ijazah SMA atau sederajat Gibran kini telah menembus Rp1 miliar.

Denny mengatakan, jumlah tersebut meningkat setelah ada pihak yang mewakafkan tanah senilai sekitar Rp700 juta untuk menambah hadiah sayembara.

Menurut Denny, kontribusi tersebut telah diverifikasi sehingga total hadiah kini mencapai Rp1.051.050.000.

“Hadiah Sayembara untuk menunjukkan Ijazah SMA atau sederajat Gibran sudah menjadi Rp1.051.050.000,” ujar Denny dalam keterangannya, Rabu (19/8/2026).

Ia mengatakan kenaikan hadiah tersebut salah satunya berasal dari wakaf tanah senilai Rp700 juta.

“Naik signifikan karena ada yang mewakafkan tanahnya dengan nilai Rp700 juta, dan sudah saya verifikasi,” ucapnya.

Alasan Denny Gelar Sayembara

Denny sebelumnya menjelaskan alasan menggunakan mekanisme sayembara untuk mencari atau menunjukkan dokumen pendidikan Gibran.

Menurutnya, sayembara tersebut dimaksudkan untuk mendorong keterlibatan publik dalam persoalan yang dinilainya berkaitan dengan aturan dalam kontestasi Pilpres.

“Ada yang bilang, kenapa pakai sayembara sih? Agar banyak pihak terlibat memikirkan hal penting ini,” kata Denny.

Ia menilai aturan dalam kontestasi Pilpres harus dihormati dan tidak boleh disiasati.

“Menjaga aturan main kontestasi Pilpres agar dihormati, tidak diakali. Syarat umur sudah diakali, mosok syarat pendidikan diakali lagi?” imbuhnya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *