Megawati Tidak Tergoda Kursi Kabinet, Heru Subagia: PDIP Sedang Mainkan Skala Prioritas

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, tetap menegaskan partainya tidak akan masuk ke dalam kabinet pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Pengamat politik, Heru Subagia, membaca keputusan tersebut bukan sekadar sikap untuk berada di luar pemerintahan.
Menurutnya, pilihan PDIP menjadi partai penyeimbang berkaitan erat dengan kalkulasi politik Megawati dalam melihat kondisi pemerintahan Prabowo saat ini.
Ia juga mengaitkan posisi PDIP dengan isu reshuffle kabinet serta kemungkinan terjadinya kompromi politik antara Prabowo dan partai berlambang banteng tersebut.
Heru Sebut Ada Bargaining Politik
Heru mengatakan hubungan antara sikap PDIP dan dinamika reshuffle kabinet perlu dilihat secara bersamaan. Ia menilai terdapat ruang bargaining politik yang menarik untuk diamati.
“Ada keterikatan yang erat dalam konteks isu reshuffle kabinet dan juga peluang PDIP, kemungkinan akan diberikan kompromi politik oleh Prabowo,” ujar Heru kepada fajar.co.id, Kamis (13/8/2026).
Baginya, posisi tawar yang dibangun Prabowo terhadap PDIP menjadi bagian penting dalam membaca peta politik pemerintahan saat ini.
“Saya melihat bergaining politik yang dilakukan Prabowo terhadap PDIP sangat penting diamati dan dijelaskan ke publik,” ucapnya.
Megawati Disebut Sedang Menentukan Posisi
Heru kemudian menyentil pernyataan Megawati mengenai keputusan PDIP untuk tidak masuk kabinet. Baginya, pernyataan tersebut merupakan bagian dari strategi politik yang telah diperhitungkan.
“Ada pernyataan Megawati berkaitan dengan PDIP tidak tertarik masuk dalam kabinet,” Heru menuturkan.
“Ini menjadi isu penting dan sebuah skema dan proyeksi politik Megawati,” tambahnya.
Ia melihat bahwa pilihan berada di luar pemerintahan juga dapat menjadi bentuk antisipasi PDIP terhadap perkembangan politik ke depan.
“Ini bagian dari antisipasi dan juga sebagai pilihan bagaimana saat ini tidak mau masuk ke dalam pemerintahan,” jelasnya.
Heru juga melihat keputusan PDIP dari perspektif kondisi pemerintahan Prabowo. Ia menyebut sejumlah parameter, mulai dari politik, ekonomi, hukum hingga kesejahteraan masyarakat, menjadi pertimbangan penting.
“Kondisi Pemerintahan Prabowo saat ini dengan parameter politik, ekonomi, hukum, kesejahteraan, dan rating yang kemarin sempat gempar, Prabowo hanya memiliki 53 persen,” ucapnya.
Kata Heru, kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat PDIP perlu berhitung secara matang sebelum menentukan posisi di pemerintahan.
“Tentu ini menjadi sebuah hal yang khusus bagi Megawati untuk mencermati dan mempertimbangkan masuk kabinet,” imbuhnya.
Source link
