News

Praperadilan Roy Suryo Bisa Sampai 8 Kali, Tim Hukum Jokowi Siapkan Pasukan Geruduk Mahkamah Agung



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Tim Hukum Joko Widodo (Jokowi) membuka kemungkinan mendatangi Mahkamah Agung (MA) untuk meminta ketegasan mengenai penggunaan praperadilan yang diajukan berulang kali.

Langkah tersebut akan ditempuh apabila surat yang telah disampaikan kepada pengadilan dan jajaran pengadilan tidak mendapat respons sesuai harapan. Tim hukum Jokowi menilai perlu ada batas dan pedoman yang jelas agar praperadilan tidak digunakan untuk memperpanjang proses hukum.

Sekretaris Jenderal Peradi Bersatu sekaligus anggota Tim Hukum Jokowi, Ade Darmawan, mengatakan pihaknya telah meminta pengadilan mengambil sikap terkait persoalan tersebut.

Jika tidak ada respons, Ade menyebut pihaknya akan melakukan audiensi dengan MA untuk membahas mekanisme praperadilan.

“Kalau misalkan memang tidak, maka audiens akan kita lakukan, kita akan menghampiri atau menyambangi Mahkamah Agung diskusi hukum terkait praperadilan ini,” tegas Ade, dikutip Rabu (12/8/2026).

Ade mengatakan timnya memberikan tenggat awal 2×24 jam kepada pengadilan untuk merespons surat tersebut. Namun, pihaknya masih memberikan waktu hingga maksimal satu pekan.

Menurut Ade, persoalan tersebut dinilai penting karena pengajuan praperadilan berulang berpotensi terjadi dalam perkara lain apabila tidak terdapat pedoman yang tegas.

Ia menegaskan sorotan tim hukum Jokowi bukan semata-mata ditujukan kepada Roy Suryo. Ade menyebut terdapat perkara lain yang juga telah mengajukan praperadilan hingga beberapa kali.

“Ada beberapa juga yang sudah bergulir di pengadilan dengan berbagai praperadilan juga yang dilangsungkan sudah bergulir tiga kali,” ujar Ade.

Tim Hukum Jokowi Buka Opsi Turun ke Jalan

Apabila audiensi dengan MA juga tidak mendapatkan respons, Ade bahkan membuka kemungkinan menggelar aksi bersama akademisi hukum dari berbagai perguruan tinggi.

“Nah kalau itu pun tidak dilakukan atau tidak diterima, maka mohon maaf kepada pengadilan dengan segala hormat dengan keagunganmu, bahwa mungkin kita bersama-sama teman-teman dari fakultas hukum di lintas universitas pasti akan turun ke jalan,” bebernya.

Ade menegaskan aksi tersebut bukan ditujukan untuk kepentingan politik. Menurut dia, langkah itu semata-mata untuk mendorong adanya kepastian hukum mengenai mekanisme dan batas pengajuan praperadilan.

“Kami turun ke jalan untuk segera meminta agar ada ketegasan oleh Mahkamah Agung terkait penyalahgunaan praperadilan,” ucapnya.

Praperadilan sendiri merupakan mekanisme hukum yang berfungsi sebagai kontrol terhadap tindakan aparat penegak hukum. Karena itu, menurut Tim Hukum Jokowi, diperlukan kejelasan mengenai batas penggunaannya agar fungsi kontrol tersebut tidak berubah menjadi sarana memperpanjang proses perkara.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *