News

Sebut Jokowi Dihujani Hinaan dan Tidak Baper, Hasyim Muhammad: Pembencinya Makin Uring-uringan



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Sikap Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang terlihat tetap tenang menghadapi berbagai serangan dan hinaan mendapat perhatian dari penulis asal Mojokerto, Hasyim Muhammad.

Dikatakan Hasyim, Jokowi memiliki cara tersendiri dalam menghadapi pihak-pihak yang selama ini kerap melontarkan kritik keras hingga hinaan kepadanya.

Ia menilai, Jokowi justru tidak memberikan respons berlebihan terhadap serangan tersebut. Sikap itu disebut menjadi salah satu kekuatan Jokowi dalam menghadapi tekanan politik.

Tidak Pernah Membalas dengan Kasar

Hasyim mengatakan, Jokowi selama ini dikenal tidak mudah terpancing untuk membalas lawan politiknya dengan perkataan kasar.

“Jokowi itu tak pernah ngomong kasar atau menjelekkan lawan politiknya. Itulah kekuatan Jokowi,” ujar Hasyim dikutip fajar.co.id, Rabu (12/8/2026).

Lanjut dia, ketenangan tersebut justru dapat membuat pihak yang terus menyerang Jokowi merasa semakin kesal.

“Semakin dia nggak marah ke para pembencinya, semakin uring-uringan juga para pembencinya karena semakin dicuekin sama Jokowi,” ucapnya.

Hasyim menekankan, Jokowi cenderung memilih tetap menjalankan aktivitasnya tanpa memberikan ruang terlalu besar bagi berbagai serangan personal yang diarahkan kepadanya.

‘Saya Akan Lawan!’ Disebut Ucapan Keras Jokowi

Hasyim juga menyinggung pernyataan Jokowi yang sempat menjadi perhatian publik ketika menghadapi polemik yang menyeret namanya.

Baginya, kalimat ‘Saya akan lawan!’ menjadi salah satu pernyataan Jokowi yang paling keras dibandingkan dengan responsnya selama ini.

“Kalimat ‘saya akan lawan!’ itu saja langsung viral karena itu sudah terhitung ucapan paling keras dari Jokowi,” tukasnya.

Ia melihat viralnya pernyataan tersebut menunjukkan bahwa publik terbiasa melihat Jokowi menghadapi serangan dengan gaya yang relatif tenang.

Disebut Berlomba Mendapatkan Respons

Lebih jauh, Hasyim mengatakan bahwa sebagian pihak yang terus menyerang Jokowi sebenarnya ingin mendapatkan perhatian dan respons langsung dari mantan presiden tersebut.

“Para pembenci Jokowi terus berkata kasar itu kan cari perhatian supaya direspon. Mereka berlomba sekasar mungkin atau sememalukan mungkin menyerang Jokowi,” katanya.

Ia kemudian menyinggung berbagai istilah dan julukan yang pernah diarahkan kepada Jokowi dalam perdebatan di ruang publik maupun media sosial.

“Pakai isu ijazah, pakai kata mukidi, mulyono, termul, tembok ratapan, wok de tok, dan segala hinaan yang paling kasar semua pernah terucap oleh siapapun,” lanjut Hasyim.

Jokowi Tidak Mudah Terpancing

Hasyim berujar, salah satu hal yang paling membuat pihak yang menyerang Jokowi merasa kecewa adalah sikap Jokowi yang dianggap tidak mudah terbawa emosi.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *