News

Prof Jimly Bilang Publik Selalu Larut dalam Isu yang Tidak Ada Habisnya, Singgung Dugaan Ijazah Palsu Jokowi?



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pakar Hukum Tata Negara, Prof. Jimly Asshiddiqie, menyampaikan keprihatinannya terhadap berbagai polemik yang terus bergulir di ruang publik belakangan ini.

Dikatakan Jimly, perhatian publik dan elite bangsa seolah terus tersita oleh berbagai kasus yang tak kunjung berakhir, termasuk polemik ijazah Presiden ke-7 RI Jokowi.

Ia menekankan bahwa kondisi tersebut membuat perhatian terhadap pembenahan sistem pemerintahan menjadi terabaikan.

Jimly menyinggung banyaknya persoalan yang terus menjadi perdebatan di tengah masyarakat. “Kita selalu saja larut dalam kasus demi kasus yang tidak habis-habisnya,” ujar Jimly dikutip fajar.co.id, Rabu (15/7/2026).

Baginya, energi bangsa seharusnya lebih diarahkan pada pembenahan tata kelola pemerintahan secara menyeluruh. “Padahal kunci utama perbaikan adalah penataan sistemnya secara terpadu,” tukasnya.

Cara Berpikir Elite Politik Perlu Diperbaiki

Tidak berhenti di situ, ia memandang persoalan tersebut tidak terlepas dari pola pikir para pejabat dan politisi yang masih berorientasi pada kepentingan jangka pendek.

“Semua pejabat-politisi berpikirnya cenderung cuma untung-rugi dan menang-kalah transaksional,” ucapnya.

Jimly bilang bahwa perubahan akan sulit terwujud apabila tidak dimulai dari pucuk kepemimpinan nasional.

Karena itu, ia menyinggung peran Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong perbaikan sistem. “Sulit berharap akan ada perbaikan kalau tidak dimulai oleh RI-1 (Presiden Prabowo Subianto),” kuncinya.

Sebelumnya, Kuasa hukum Presiden ke-7 RI, Jokowi, Yakup Hasibuan, memastikan kliennya siap menghadiri persidangan pembuktian dalam perkara dugaan pencemaran nama baik terkait polemik ijazah.

Bahkan, Jokowi disebut akan membawa langsung dokumen ijazah aslinya untuk ditunjukkan di hadapan majelis hakim.

Dikatakan Yakup, kesiapan tersebut merupakan bentuk penghormatan Jokowi terhadap proses hukum yang sedang berlangsung.

Yakup mengungkapkan, dirinya bersama tim kuasa hukum baru saja bertemu dengan Jokowi untuk membahas agenda persidangan.

Dalam pertemuan itu, Jokowi menyatakan kesiapannya untuk hadir secara langsung.

“Per kemarin kami juga baru bertemu langsung dengan Pak Jokowi juga dan beliau menyatakan siap untuk hadir (menunjukkan ijazah di ruang sidang),” ujar Yakup dikutip fajar.co.id, Jumat (3/7/2026).

Ia mengatakan, persidangan merupakan forum yang tepat untuk memperlihatkan dokumen yang selama ini menjadi polemik di ruang publik.

“Tentunya kembali lagi merupakan penghormatan beliau dapat menunjukkan ijazahnya di forum yang sangat terhormat ini dan forum yang valid,” tukasnya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *