News

Gus Nur soal Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara: Kenapa Harus Kenal Jokowi? Sudah Enak Jadi Pebisnis



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Sugi Nur Raharja atau Gus Nur turut mengomentari perkara hukum yang menyeret mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim.

Seperti diketahui, Nadiem divonis 10 tahun penjara dan harus membayar denda sebanyak Rp1 miliar dalam kasus korupsi pengadaan laptop Chromebook.

Blak-blakan, Gus Nur mengaku tidak memiliki perasaan khusus terhadap perkara yang dihadapi Nadiem.

Namun, ia mempertanyakan keputusan pendiri Gojek itu bergabung ke dalam pemerintahan Presiden ke-7 RI, Jokowi.

“Cuman komentar saya begini, kenapa harus kenal Jokowi? Bukankah sudah enak-enak jadi pebisnis ya kan? Jadi usahawan, jadi wira usahawan,” ujar Gus Nur dikutip fajar.co.id, Minggu (5/7/2026).

Ia kemudian melanjutkan dengan mempertanyakan alasan Nadiem menerima ajakan bergabung ke kabinet Presiden Jokowi.

“Punya keluarga yang baik-baik ya. Bahagia, nggak ada masalah. Terus kenapa harus kenal sama Jokowi? Kenapa mau dirayu-rayu Jokowi? Rezim Jokowi,” ucapnya.

Gus Nur juga menyinggung ekspresi emosional Nadiem yang sempat menjadi perhatian publik.

Kata dia, menangis merupakan hal yang wajar, tetapi tidak akan mengubah persoalan hukum yang sedang dihadapi.

“Ya ini, nasi sudah jadi bubur. Ya nggak usah disesali. Lalu kenapa harus nangis? Ya nggak apa-apa lah harus nangis lah. Nggak apa-apa manusiawi,” sebutnya.

Meski demikian, ia menegaskan tidak menyalahkan Nadiem atas respons tersebut.

“Saya nggak menyalahkan anda. Silahkan nangis sepuas-puasnya ya. Tapi tangisanmu kan nggak akan menyelesaikan apa-apa ya kan?,” imbuhnya.

Pembelaan Nadiem Menyisakan Pertanyaan

Gus Nur mengaku sempat mendengar pembelaan Nadiem yang menyebut dirinya hanya menjalankan kebijakan Presiden Jokowi.

“Cuman begini, Nadiem Makarim ini kan dalam satu pembelaannya ya, kan sekilas saya pernah dengar bahwa saya hanya menjalankan kebijakan dari Presiden Jokowi. Kan gitu ya intinya ya,” tukasnya.

Ia mengaku kurang tertarik dengan gaya penyampaian yang menurutnya terlalu hati-hati.

“Nah saya agak nggak telaten ya, dengar orang yang ngomongannya yang lembek-lembek, lemah-lembut gini saya nggak telaten,” jelasnya.

Minta Nadiem Bicara Terus Terang

Gus Nur kemudian menyampaikan pendapatnya mengenai sikap yang seharusnya diambil apabila memang ada fakta lain yang ingin diungkapkan kepada publik.

Ia menekankan bahwa Nadiem tidak perlu lagi menggunakan bahasa yang berputar-putar.

“Dalam posisi dia kalau saya jadi dia, sudah nggak usah lagi tata kerama, sopan santun, sudah nggak perlu. Blak-blakan blokosuto gitu loh,” bebernya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *