Dasco Mau Bikin Rating Bursa Sendiri, Pengamat: Masa Mau Menilai Diri Sendiri

PORTALUTAMA.NET, MAKASSAR — Pengamat Ekonomi Universitas Muhammadiyah Makassar, Sutardjo Tui, mengkritik wacana pembentukan lembaga pemeringkat bursa saham sendiri.
Sutardjo menilai, lembaga yang menilai tidak seharusnya menjadi bagian dari pihak yang dinilai. Independensi penting untuk menjaga objektivitas dan kepercayaan terhadap pasar modal.
“Mestinya orang luar yang menilai, kan? Masa mau nilai diri sendiri” kata Sutardjo kepada fajar.co.id, Rabu (28/10/2026).
Sutardjo mengaku tidak terlalu khawatir jika peringkat pasar saham Indonesia mengalami penurunan. Menurutnya, persoalan utamanya terletak pada kepercayaan investor internasional.
“Karena soal saham itu hanya kepercayaan internasional terhadap negara ini,” katanya.
Dia juga menyoroti persoalan transparansi dalam perdagangan saham. Menurut Sutardjo, rendahnya porsi saham yang beredar di publik atau free float dapat membuka peluang pergerakan harga yang tidak wajar.
Sutardjo mencontohkan saham Bayan yang menurutnya memiliki porsi saham publik di bawah 7 persen. Dia menilai kondisi tersebut membuat harga saham lebih rentan dipengaruhi transaksi tertentu.
“Artinya bisa dimainkan itu harga saham,” ujarnya.
Dia berpandangan porsi saham publik semestinya lebih besar agar perdagangan berlangsung lebih transparan. Sutardjo menyebut angka di atas 15 persen sebagai batas yang menurutnya lebih memadai.
“Ya, jadi mestinya di atas 15 persen sehingga tidak begitu berpengaruh kalau ada orang jual beli,” katanya.
Bagi Sutardjo, pembenahan transparansi pasar modal lebih penting daripada sekadar membentuk lembaga pemeringkat sendiri.
Kepercayaan investor, menurutnya perlu dibangun melalui tata kelola yang terbuka, dan penilaian yang independen.
“Kenapa saya bilang merusak? Karena tidak ada transparansi,” tegas Sutardjo.
Wacana Dihembuskan Dasco
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyebut Indonesia akan membbuat rating bursa sendiri. Wacana itu ditertawai.
Pernyataan Dasco sebelumnya disampaikan menanggapi ancaman Morgan Stanley Capital International (MSCI), yang menusul diturunkannya klasifikasi pasar modal Indonesia. Dari Emerging Market menjadi Standalone atau pasar mandiri.
Namun Dasco menyebut pemerintah tak gentar. Dia mengembuskan wacana membuat rating bursa sendiri.
“Di bursa kita, bersama akan kita buat dan tentukan rating kita sendiri,” tulis Dasco dalam Instagram pribadinya, sebagaimana dikutip, Sabtu (24/10/2026).
Dasco mengatakan, hal tersebut, agar Indonesia bisa jadi bangsa pemenang.
“Kita bersatu, bergerak dan berjuang. Menuju bangsa pemenang,” ujar Dasco.
Source link
