News

Sutradara Film Pesta Babi Dandhy Laksono Dipanggil Polisi, Dijadwalkan Diperiksa 27 Oktober Mendatang



PORTALUTAMA.NET,JAKARTA — Sutradara film Pesta Babi, Dandhy Dwi Laksono dijadwalkan diperiksa oleh Polda Metro Jaya, pada Selasa (27/10/2026).

Pemanggilan itu tertuang melalui surat undangan klatidikasi tertanggal 20 Oktober 2026. Dijadwalkan di Unit V Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 55, Jakarta Selatan, pukul 11.00 WIB

Surat yang beredar luas di media sosial itu berkaitan dengan laporan polisi Nomor Nomor LP/B/3843/V/2026/SPKT/Polda Metro Jaya tertanggal 29 Mei 2026.

Di surat, terlapor atas nama Sinta Gebze. Sementara yang dilaporkan ialah Johnny Teddy Wakuama dan Dandhy Dwi Laksono.

Terlapor diduga melanggar Pasal  243 KUHP, ketentuan dalam Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi, Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, serta Undang-Undang Hak Cipta.


Pesta Babi Dipersoalkan

Pemanggilan Dandhy ini bermula dari film Pesta Babi yang dipersoalkan.

Salah satu pemeran film Pesta Babi, Yasinta Moiwend mengaku merasa dijebak dan diperdaya oleh oknum Lembaga Bantuan Hukum (LBH) hingga wajah dan suaranya masuk ke dalam film Pesta Babi tanpa izin resmi.

“Sekarang saya tidak bergabung lagi dengan LBH mereka, saya sudah ambil keputusan sendiri. Jadi saya mau cari pekerjaan di perusahaan, cari pekerjaan karena rumah saya ingin direhab karena sudah tidak layak lagi,” kata Sinta.

Dia mengaku enam bulan bolak-balik Jayapura, Makassar, hingga Jakarta. Tujuannya melakukan aksi penolakan proyek strategis nasional (PSN) di kampungnya.

“Yang saya dapat cuma capeknya saja. Mereka fasilitasi, jadi kalau mereka fasilitas terus uang duduknya cuma Rp2 juta, Rp1,5 juta itu saja yang kami dapat dari mereka, LBH pusaka,” ungkapnya.

Dia pun menyampaikan permohonan maaf kepada pemerintah atas narasi negatif yang pernah ia suarakan sebelumnya.

“Saya minta maaf sekali karena itu bukan kemauan saya, itu karena ajakan mereka. Saya juga tidak tahu ke depannya nanti terjadi seperti apa atau mereka bantu saya fasilitas punya rumah atau anak saya dipekerjakan, ternyata tidak ada,” tutur Mama Sinta.


Tanggapan Dandhy

Dandhy meminta publik tak buru-buru menghakimi Sinta. Karena keputusannya berbalik mendukung PSN di Papua Selatan.

Melalui akun Instagram pribadinya, Dandhy Dwi Laksono menyampaikan pesan terkait situasi yang dihadapi oleh pejuang lingkungan asal suku Marind tersebut.

“Kawan-kawan semua, kita tak pernah benar-benar tahu apa yang sedang dialami Mama Yasinta Moiwend di pedalaman Papua sana,” tulis Dandhy Laksono di Instagram miliknya.

Dandhy juga mengatakan, setiap individu memiliki hak penuh atas pilihan hidupnya, termasuk keputusan Mama Sinta untuk keluar dari jalur advokasi.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *