News

Polemik Ijazah Gibran Memanas, Amien Rais Ingatkan Prabowo soal Ledakan Sosial



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais, meminta Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah politik untuk menyikapi polemik ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ia memperingatkan potensi gejolak sosial apabila persoalan tersebut terus memanas dan Gibran tetap menolak mundur dari jabatannya.

Amien menilai Prabowo perlu berkomunikasi langsung dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) untuk membahas posisi Gibran. Menurut dia, Presiden memiliki tanggung jawab politik untuk mengantisipasi kemungkinan meningkatnya kemarahan masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Amien di tengah kembali mencuatnya perdebatan mengenai latar belakang pendidikan Gibran. Ia mengkhawatirkan polemik tersebut berkembang menjadi persoalan yang lebih luas apabila tidak ditangani dengan baik.

“Saya khawatirkan kalau kemarahan masyarakat sipil terus memanas akibat Gibran tidak mau mundur dan bisa mengarah pada titik ledak,” kata Amien Rais dalam tayangan YouTube miliknya, dikutip Sabtu (17/10/2026).

“Jangan sampai ada ledakan sosial yang belum tentu bisa dijinakkan oleh aparatur keamanan dan pertahanan kita,” lanjut dia.

Amien Rais Ingatkan Prabowo soal Potensi People Power

Amien tidak hanya meminta Prabowo menyikapi polemik ijazah Gibran, tetapi juga mengingatkan risiko politik apabila ketegangan berkembang menjadi gerakan massa.

Ia menilai Prabowo tidak seharusnya menganggap persoalan tersebut sebagai polemik biasa. Menurut Amien, Presiden akan ikut menanggung tanggung jawab politik apabila situasi berkembang menjadi people power.

Karena itu, Amien menyarankan Prabowo meyakinkan Jokowi bahwa Gibran perlu mundur dari jabatan Wakil Presiden. Ia menempatkan langkah komunikasi antara Prabowo dan Jokowi sebagai salah satu upaya untuk mengantisipasi kemungkinan gejolak sosial.

“Jadi masukan saya untuk Presiden Prabowo, Anda yang paling bertanggung jawab kalau sampai terjadi semacam people power. Yakinkan Jokowi, Mas Prabowo bahwa Gibran sudah waktunya mundur,” ungkap Amien Rais.

Pernyataan tersebut mencerminkan sikap politik Amien terhadap polemik yang sedang berlangsung. Kekhawatiran mengenai people power maupun kemungkinan ledakan sosial dalam pernyataannya masih berupa prediksi, bukan kepastian bahwa peristiwa tersebut akan terjadi.

Amien Nilai Pemerintahan Lebih Produktif Tanpa Gibran

Amien juga menyampaikan penilaiannya mengenai keberadaan Gibran dalam pemerintahan. Ia berpendapat Prabowo dapat menjalankan sisa masa baktinya dengan lebih produktif apabila Gibran tidak lagi mendampinginya sebagai Wakil Presiden.

“Untuk Pak Prabowo, tiga tahun masa bakti Anda akan lebih produktif kalau Gibran di-drop saja, selesai,” imbuhnya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *