News

2 Tahun Prabowo-Gibran, Program 3 Juta Rumah Baru Terealisasi 324 Ribu Unit, Anggaran Melonjak



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Genap dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada 20 Oktober 2026, ada catatan terkait capaian di sektor perumahan.

Salah satu program unggulan nasional, yakni Program 3 Juta Rumah, dilaporkan baru merealisasikan pembangunan hingga ratusan ribu unit hunian di berbagai wilayah Indonesia.

Berdasarkan data resmi dari Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), realisasi Program 3 Juta Rumah telah menembus angka 324.213 unit rumah per 13 Juni 2026. Angka ini mencakup berbagai skema pembangunan hunian layak bagi masyarakat Indonesia.

Tak hanya fokus pada pembangunan unit baru, pemerintah juga terus memacu perluasan akses pembiayaan dan perbaikan kualitas rumah tidak layak huni (RTLH) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Penyaluran Rumah Subsidi FLPP Capai 51,6 Persen

Di sisi pembiayaan, penyaluran rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) menunjukkan progres yang cermat. Hingga 14 Oktober 2026, alokasi FLPP telah menyasar sebanyak 180.600 unit rumah subsidi.

Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Bakom, Kurnia Ramadhana, menjelaskan bahwa realisasi penyaluran FLPP tersebut sudah setara dengan lebih dari separuh target tahunan yang ditetapkan pemerintah.

“Realisasi penyaluran FLPP tersebut setara 51,6 persen dari target 350.000 unit rumah subsidi pada 2026,” ujar Kurnia dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (18/10/2026).

Penyaluran ini akan terus berlanjut hingga penghujung tahun 2026. Sebagai pembanding, pada tahun 2025 lalu, pemerintah berhasil mengalirkan bantuan rumah subsidi melalui skema FLPP sebanyak 278.868 unit.

Capaian tahun lalu menjadi tolak ukur evaluasi bagi pemerintah untuk mempercepat pemenuhan kuota pembiayaan rumah di sisa kuartal akhir tahun ini.

Anggaran Bedah Rumah Melonjak Drastis ke Rp8,59 Triliun

Langkah progresif lainnya ditunjukkan pemerintah melalui lonjakan alokasi anggaran pada program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau yang populer disebut program bedah rumah.

Guna memangkas jumlah rumah tidak layak huni secara masif, pemerintah melipatgandakan anggaran BSPS pada tahun 2026 hingga menyentuh angka Rp8,59 triliun. Anggaran fantastis ini dialokasikan khusus untuk memperbaiki sebanyak 400.000 unit rumah warga berpenghasilan rendah di seluruh penjuru Tanah Air.

Peningkatan anggaran ini terbilang sangat drastis jika dibandingkan dengan capaian pada tahun anggaran 2025. Pada tahun sebelumnya, program BSPS hanya menyasar sekitar 45.073 unit rumah dengan total anggaran sebesar Rp1,02 triliun.

Secara keseluruhan, target fisik Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) untuk tahun 2026 mencapai 414.184 unit. Dari total target tersebut, program bedah rumah (BSPS) menempati porsi utama dengan sasaran 400.000 rumah, yang pelaksanaannya terus digenjot per 10 September 2026.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *