Fritz Alor Boy Sebut Pemakzulan Gibran Hanya Pelampiasan Sakit Hati kepada Jokowi

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Ketua Umum Pasukan Gibran Indonesia, Fritz Alor Boy, memberikan komentar pedas terhadap Prof Denny Indrayana Cs yang terus mendorong pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Fritz melihat desakan pemakzulan tersebut bukan semata-mata didorong keinginan menegakkan hukum, melainkan juga kepentingan politik untuk mendapatkan kekuasaan.
Ia bahkan menuding sebagian pihak yang aktif menyuarakan pemakzulan Gibran memiliki ambisi untuk masuk ke lingkaran pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Selain itu, Fritz menduga gerakan tersebut juga dipengaruhi kekecewaan terhadap Presiden ke-7 RI Jokowi.
Fritz Sebut Pemakzulan Gibran Bermuatan Kepentingan Politik
Fritz secara tegas mempertanyakan motif pihak-pihak yang terus menyuarakan pemakzulan Gibran. Menurutnya, gerakan tersebut lebih berorientasi pada perebutan kekuasaan ketimbang penegakan hukum.
“Orang-orang yang ingin memakzulkan Mas Gibran bukan punya tujuan untuk menegakkan hukum yang murni, melainkan menegakkan politik yang murni,” ujar Fritz, dikutip fajar.co.id, Kamis (15/10/2026).
Ia kemudian menjelaskan alasan di balik penilaiannya tersebut. Fritz menduga ada pihak yang ingin memperoleh posisi politik dengan cara mendekati kekuasaan.
“Kenapa politik? Orang-orang ini adalah orang-orang yang haus kekuasaan ingin berkuasa. Mereka ingin mendampingi Bapak Presiden Prabowo Subianto,” tukasnya.
Fritz juga menyinggung informasi yang menurutnya beredar mengenai sejumlah partai politik dengan sikap berbeda-beda terhadap wacana pemakzulan tersebut.
“Saya melihat yang beredar beberapa partai mulai bergabung, kiri, ada yang kanan, ada yang mendukung, ada yang tidak mendukung. Itu menurut informasi yang beredar,” sebutnya.
Ia menilai pihak-pihak yang menyuarakan pemakzulan melalui DPR, Mahkamah Konstitusi (MK), maupun media massa perlu dilihat dalam konteks persaingan politik tersebut.
“Tapi saya melihat orang-orang ini adalah orang-orang haus kekuasaan. Termasuk tim-timnya yang jalan ke DPR, teriak di MK, teriak di TV-TV. Ini adalah haus kekuasaan,” lanjutnya.
Dugaan Sakit Hati kepada Jokowi
Selain menuding adanya ambisi politik, Fritz menduga gerakan pemakzulan Gibran juga dipengaruhi kekecewaan terhadap Jokowi.
Ia menilai kekecewaan tersebut kemudian diarahkan kepada Gibran yang kini menjabat sebagai wakil presiden.
“Selain daripada haus kekuasaan, juga sakit hati dengan Pak Jokowi. Sehingga mereka melampiaskan kepada Pak Gibran,” ungkapnya.
Fritz selanjutnya menyinggung sejumlah persoalan yang menurutnya menjadi latar belakang kekecewaan pihak-pihak tersebut.
Source link
