Seperti Jokowi, Jubir PSI Yakin Gibran Bisa Jadi Presiden ke-9 RI

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dian Sandi Utama, meyakini Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memiliki peluang menjadi Presiden RI pada masa mendatang. Ia bahkan memprediksi Gibran bisa melangkah ke kursi kepresidenan setelah mendampingi Presiden Prabowo Subianto selama dua periode.
Pernyataan itu disampaikan Dian saat menanggapi berbagai gugatan dan kritik yang terus diarahkan kepada Gibran, termasuk polemik mengenai latar belakang pendidikannya. Dalam diskusi publik yang disiarkan Nusantara TV, Dian membandingkan situasi Gibran saat ini dengan perjalanan politik ayahnya, Joko Widodo, ketika menjabat sebagai presiden.
Menurut Dian, Gibran menghadapi pola serangan yang mengingatkannya pada pengalaman Jokowi. Ia menilai tekanan politik yang terus muncul tidak serta-merta menutup peluang Gibran untuk membangun karier politik yang lebih panjang.
“Bagi saya, saya melihat Mas Gibran ini persis seperti melihat Pak Jokowi waktu dulu. Diuyak-uyak oleh penyerangnya itu sekian lama,” ujar Dian, dikutip Selasa (13/10/2026).
Ia mengatakan kritik dan gugatan terhadap Gibran berlangsung sejak awal masa jabatannya, termasuk gugatan yang diajukan ke Mahkamah Konstitusi (MK).
“Dari mulai menjabat diserang sampai hari ini, digugat di MK dan lain-lain,” katanya.
Dian justru melihat situasi tersebut sebagai bagian dari perjalanan politik Gibran. Ia menyatakan keyakinannya bahwa Wakil Presiden itu berpeluang menjadi kepala negara setelah menyelesaikan tugasnya bersama Prabowo.
“Saya jadi ada keyakinan suatu saat nanti Mas Gibran ini akan jadi Presiden setelah mendampingi Pak Prabowo dua periode,” ucapnya.
Pernyataan Dian itu muncul di tengah perdebatan mengenai posisi politik Gibran, terutama setelah putusan MK pada 6 Oktober 2026 terkait gugatan persyaratan pendidikan wakil presiden.
Dian juga menyoroti polemik dokumen pendidikan Gibran yang terus dipersoalkan sejumlah pihak. Ia mengaku tidak memahami mengapa dokumen yang telah ditunjukkan kepada publik masih menjadi objek perdebatan.
Ia menyinggung dokumen pendidikan Gibran yang berkaitan dengan Orchid Park Secondary School di Singapura, Advanced Diploma, serta pendidikan tinggi di University of Bradford melalui kerja sama dengan Management Development Institute of Singapore (MDIS).
“Diberikan ijazah Orchid Park dianggap itu SMP, diberikan ijazah Advanced Diploma itu dianggap itu kursus, diberikan ijazah Bradford yang kerja sama dengan MDIS itu pun dianggap tadi Mas Roy bilang itu hanya dibayar-bayar,” ujar Dian.
Source link
