Idrus Marham Kritik CELIOS soal Bahlil Lahadalia: Hasil Survei atau Konspirasi Politik?
PORTALUTAMA.NET — Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham mengkritik hasil evaluasi kinerja kabinet yang dirilis Center of Economic and Law Studies (CELIOS) bersama Kabinet Bayangan. Ia mempertanyakan objektivitas penilaian yang menempatkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebagai salah satu menteri dengan kinerja terburuk.
Idrus bahkan mempertanyakan apakah hasil evaluasi tersebut benar-benar didasarkan pada survei yang objektif atau justru memiliki kepentingan politik tertentu.
“Apakah rilis CELIOS ini hasil survei atau hasil konspirasi politik?” ujar Idrus.
Menurut Idrus, survei publik merupakan instrumen penting dalam demokrasi untuk mengukur persepsi, tingkat kepuasan, dan aspirasi masyarakat. Namun, pelaksanaannya harus didukung metodologi yang jelas, integritas, serta analisis yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Dalam era demokrasi hari ini, survei publik memang populer, apalagi kalau kesimpulan surveinya ngeri-ngeri sedap. Secara umum, survei memang lazim menjadi instrumen demokrasi yang bisa menjadi cermin suara publik,” kata Idrus.
Ia mengingatkan bahwa survei tidak boleh kehilangan fungsi utamanya sebagai alat evaluasi. Menurut dia, instrumen tersebut justru berisiko menyesatkan apabila digunakan untuk membentuk opini tanpa dasar metodologi yang kuat.
“Namun, instrumen yang mulia ini tentu memiliki kaidah-kaidah yang ketat, menuntut integritas metodologis dan kejujuran analisis, sehingga survei tidak bablas menjadi senjata opini yang menyesatkan,” ujarnya.
Idrus Marham Pertanyakan Objektivitas Survei CELIOS
Idrus menilai, hasil survei yang bertentangan dengan nalar dan fakta perlu dipertanyakan secara serius. Ia menegaskan bahwa angka statistik tidak seharusnya diterima begitu saja tanpa menguji dasar penilaian dan realitas yang hendak diukur.
“Angka di atas nalar dan bertentangan dengan fakta adalah sebuah kesesatan rasionalitas dan pengkhianatan realitas,” tegas Idrus.
Menurut dia, penilaian terhadap kinerja Bahlil Lahadalia semestinya tidak hanya didasarkan pada persepsi, tetapi juga mempertimbangkan kebijakan, pelaksanaan program, capaian, serta tantangan yang dihadapi sektor energi nasional.
Idrus mengatakan, masyarakat bukan hanya menyaksikan kebijakan yang dijalankan Bahlil, melainkan juga merasakan dampak dari berbagai program dan langkah Kementerian ESDM.
“Publik bukan hanya menyaksikan gebrakan, kebijakan, dan eksekusi program yang dilakukan Bahlil, tetapi juga merasakan hasilnya. Karena itu, penilaian harus melihat apa yang dikerjakan, bagaimana pelaksanaannya, dan apa dampaknya bagi masyarakat,” kata Idrus.
Source link
