News

Drama Dollar di Balik Kursi Rais Aam PBNU? Gus Khalilur Minta KPK Telusuri Dugaan Uang



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA – HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy, warga Nahdlatul Ulama (NU) yang dikenal sebagai kiai kampung, meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri dugaan transaksi uang untuk memengaruhi pemilihan anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Dalam tulisan berjudul “Rais Aam PBNU Buruk, Ngamuk ala Cakades Terpuruk”, Khalilur memaparkan cerita yang diklaim berasal dari dua ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) di luar Pulau Jawa. Informasi tersebut, menurutnya, berkaitan dengan dugaan pemberian uang dalam rangkaian Muktamar NU.

Khalilur menilai dugaan tersebut perlu diperiksa karena menyangkut integritas pemilihan, kerahasiaan suara, dan kebebasan peserta dalam menentukan pilihan. Namun, cerita yang disampaikan melalui tulisannya belum membuktikan adanya transaksi suap maupun keterlibatan pihak-pihak yang disebutkan.

Klaim Tas Berisi 200.000 Dolar AS untuk Anggota AHWA

Khalilur menceritakan, sekitar sepekan sebelum tulisannya disusun, ia berbincang dengan empat orang di sebuah hotel bintang lima di pusat Jakarta. Pertemuan yang berlangsung sekitar pukul 21.30 hingga 23.30 WIB itu dihadiri dua ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan dua ketua PCNU.

Dalam perbincangan tersebut, dua ketua PCNU disebut menyampaikan informasi mengenai dugaan pemberian uang kepada sejumlah pihak dalam rangkaian pemilihan di Muktamar NU.

Menurut cerita yang diterima Khalilur, kedua ketua PCNU itu termasuk dalam rombongan yang dikumpulkan Saifullah Yusuf dan Nusron Wahid di Hotel Royal Kuningan, Jakarta. Khalilur menyebut dugaan pemberian uang dilakukan melalui mekanisme uang muka atau down payment (DP), kemudian diikuti pelunasan di Hotel Fatma, Jombang.

Ia mengungkapkan, kedua ketua PCNU tersebut diduga menerima uang dengan arahan agar rais syuriah di wilayah masing-masing memasukkan KH Miftachul Akhyar dalam paket pilihan AHWA.

Khalilur juga menyampaikan klaim mengenai dugaan pemberian uang kepada enam anggota AHWA terpilih menjelang pemilihan Rais Aam. Berdasarkan informasi yang diterimanya, masing-masing orang disebut mendapat tas ransel yang diklaim berisi uang sebesar 200.000 dolar AS.

Jika setiap tas benar berisi uang sebesar itu, total dana yang disebut dalam cerita tersebut mencapai 1,2 juta dolar AS untuk enam orang. Angka ini merupakan perhitungan berdasarkan klaim Khalilur, bukan nilai transaksi yang telah terverifikasi secara independen.

Enam nama yang disebut dalam tulisannya adalah KH Miftachul Akhyar, KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, dan KH Abun Bunyamin.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *