Pengakuan Heru Subagia Didatangi Orang yang Mengaku dari BIN, Diminta Hapus 13 Konten

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pengamat politik dan ekonomi Heru Subagia mengaku didatangi seseorang yang memperkenalkan diri sebagai anggota Badan Intelijen Negara (BIN) berpangkat kolonel.
Dalam pertemuan tersebut, Heru mengklaim diminta menghapus sekitar 13 konten yang telah diunggah dan tersebar di sejumlah platform media sosial.
Menurut penuturan Heru, pertemuan itu berlangsung pada 8 September 2026 sekitar pukul 17.00 WIB. Orang tersebut datang bersama seorang ketua partai di Kabupaten Cirebon yang memperkenalkannya sebelum meninggalkan pembicaraan utama.
Heru mengatakan, tamunya membawa sejumlah unggahan yang dianggap meresahkan Presiden Prabowo Subianto dan berpotensi mengganggu keamanan negara.
Keterangan itu disampaikan Heru kepada PORTALUTAMA.NET pada Sabtu (10/10/2026). Hingga berita sumber diterbitkan, identitas orang tersebut dan klaim mengenai keterlibatannya dengan BIN belum mendapat konfirmasi dari lembaga terkait.
Heru Mengaku Diminta Menghapus 13 Konten
Heru menuturkan, orang yang mengaku sebagai anggota BIN itu menyampaikan maksud kedatangannya untuk meminta penghapusan konten yang tersebar di berbagai platform digital.
“Bapak ini menyatakan dirinya dari BIN Badan Intelijen Negara berpangkat kolonel dan maksud dan tujuannya memang sengaja untuk dalam bahasa silaturahmi bertemu dengan saya untuk menyampaikan keinginan-keinginannya tugas-tugasnya menghapus postingan kurang lebih tiga konten, 13 konten yang tersebar di berbagai platform media,” ujar Heru.
Ia mengaku sempat mempertanyakan alasan unggahan tersebut dinilai bermasalah. Menurut Heru, konten-konten itu merupakan hasil pemikiran pribadi sekaligus bentuk kepeduliannya terhadap kondisi negara.
“Saya langsung menjawab bahwa produk dari 13 konten ini adalah produk intelektual saya, kepedulian saya terhadap negara dan hasil kontemplasi maksimal hingga kepekaan dan kepedulian itu tidak bisa serta-merta dihapus begitu saja,” tukasnya.
Meski awalnya menyampaikan keberatan, Heru kemudian mengaku mengambil langkah untuk menghapus sejumlah konten setelah pembicaraan berlanjut.
Klaim Ada Perintah Jenderal Bintang Dua
Heru juga mengungkapkan bahwa orang tersebut mengaku datang atas perintah seorang jenderal bintang dua dan menyebut Presiden Prabowo mengetahui permintaan tersebut.
“Bintang Jenderal 2 dan diketahui juga oleh Pak Prabowo,” kata Heru, mengutip pernyataan tamunya.
Menurut Heru, klaim itu sempat dipertanyakan untuk memastikan apakah permintaan penghapusan konten benar-benar berasal dari atasan orang tersebut atau dari pihak lain yang tidak menerima kritik.
Namun, berdasarkan keterangannya, tamu itu tetap meminta agar penghapusan dilakukan dengan baik.
Source link
