Isu Gibran Mundur dari Jabatan Wapres Dibantah Projo, Dedy Nur Palakka PSI Beri Tanggapan

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Kabar Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka akan mengundurkan diri pada Jumat (9/10/2026) beredar melalui pesan berantai.
Projo membantah informasi tersebut dan mengingatkan masyarakat agar tidak mempercayai kabar yang tidak memiliki sumber jelas.
Isu itu mencuat di tengah polemik persyaratan pendidikan Gibran setelah putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Pesan yang beredar menyebut Gibran akan mundur setelah salat Jumat, sekaligus mengaitkannya dengan pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
Pesan tersebut juga memuat klaim mengenai pembagian tiga kursi menteri kepada Partai Solidaritas Indonesia (PSI) serta mencatut nama Budi Arie Setiadi. Namun, menurut keterangan yang dikutip dalam pemberitaan, pesan itu tidak disertai sumber resmi maupun bukti yang dapat diverifikasi.
Projo kemudian mengimbau masyarakat untuk memeriksa kebenaran informasi sebelum menyebarkannya.
“Klaim mengenai Gibran akan mengundurkan diri dari jabatan Wakil Presiden maupun isu PSI memperoleh tiga kursi menteri juga tidak boleh langsung dipercaya hanya berdasarkan tangkapan layar atau pesan WhatsApp yang sumbernya tidak jelas,” demikian keterangan Projo pada Kamis (8/10/2026).
Projo juga meminta masyarakat memeriksa informasi melalui kanal resmi pemerintah, lembaga negara, atau pernyataan langsung dari pihak yang disebut dalam pesan tersebut.
Dedy PSI Tanggapi Kabar Pengunduran Diri Gibran
Kader PSI Dedy Nur Palakka turut menanggapi kabar tersebut melalui unggahan di media sosial X pada Jumat (9/10/2026).
Dedy menyebut informasi mengenai rencana pengunduran diri Gibran sebagai kabar bohong. Ia juga menyampaikan pandangannya bahwa Gibran akan tetap menjabat sebagai wakil presiden hingga akhir masa jabatan pada 2029.
“Berita Gibran Rakabuming Raka mau mundur itu ternyata Hoax. Gibran Rakabuming Raka sepertinya akan tetap menjadi Wapres RI sampai 2029,” tulis Dedy.
Ia menambahkan, setelah kabar tersebut beredar, Gibran mungkin akan tampil lebih percaya diri.
“Setelahnya mungkin bisa lanjut atau tampil percaya diri menantang zaman,” lanjutnya.
Pernyataan mengenai Gibran akan tetap menjabat hingga 2029 merupakan pandangan Dedy, bukan konfirmasi mengenai rencana atau keputusan pribadi Gibran.
Pesan Berantai Kaitkan Isu dengan Pertemuan Prabowo dan Jokowi
Kabar pengunduran diri itu beredar dalam bentuk tangkapan layar pesan yang menyebut Gibran akan mundur setelah salat Jumat pada 9 Oktober 2026.
Narasi tersebut menghubungkan isu pengunduran diri dengan pertemuan Prabowo dan Jokowi. Pesan itu juga mengklaim adanya pembagian tiga kursi menteri untuk PSI serta menyebut Budi Arie seolah-olah telah membahas situasi politik terbaru bersama Jokowi.
Source link
