Nama AHY Sempat Disebut Gantikan Gibran, Begini Responsnya Usai Putusan MK

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memilih tidak masuk ke dalam spekulasi mengenai kemungkinan pergantian Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka setelah Mahkamah Konstitusi (MK) memutus perkara yang mempersoalkan syarat pendidikan Gibran.
Ketua Umum Partai Demokrat yang kini menjabat Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan itu justru menegaskan sikapnya untuk menghormati putusan Mahkamah.
“Kita ikuti saja. Kita hormati setiap keputusan yang telah dihadirkan oleh Mahkamah Konstitusi,” kata AHY kepada wartawan, Rabu (7/10/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan sehari setelah MK membacakan putusan perkara Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026 pada Selasa (6/10/2026). Dalam perkara itu, para pemohon mempersoalkan pemenuhan syarat pendidikan Gibran saat menjadi calon wakil presiden pada Pilpres 2024.
Nama AHY Sempat Muncul dalam Spekulasi
Sebelum putusan dibacakan, nama AHY sempat muncul dalam spekulasi mengenai sosok yang berpotensi menggantikan Gibran apabila gugatan berujung pada perubahan posisi Wakil Presiden.
Namun, tidak ada keputusan resmi yang menunjuk AHY sebagai calon pengganti Gibran.
Bahkan, AHY sendiri tidak menyatakan dirinya tengah mempersiapkan diri untuk menduduki jabatan tersebut.
Respons AHY setelah putusan MK justru singkat. Ia memilih menghormati keputusan Mahkamah dan tidak memperluas pembicaraan mengenai kemungkinan pergantian Wakil Presiden.
Sikap tersebut juga penting dibaca dalam konteks perkara yang sebenarnya. MK tidak menyatakan jabatan Wakil Presiden kosong dan tidak mengeluarkan putusan yang menunjuk atau membuka proses penggantian Gibran. Amar putusan perkara tersebut menyatakan permohonan para pemohon tidak dapat diterima.
AHY Pilih Fokus pada Tugas Pemerintahan
Alih-alih membicarakan spekulasi politik, AHY kemudian mengarahkan perhatian pada tugasnya sebagai Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.
Menurut AHY, tanggung jawab dalam pemerintahan membutuhkan perhatian dan energi yang besar.
“Saya sih hanya ingin terus fokus pada ruang lingkup pekerjaan dalam pemerintahan ini karena tugas kita juga membutuhkan waktu, pikiran, dan tenaga yang juga tidak sederhana,” ujarnya.
AHY juga menekankan pentingnya memastikan agenda pembangunan tetap berjalan.
“Kami ingin memastikan pembangunan infrastruktur dan pengembangan wilayah juga terus terjadi. Intinya, kita ikuti dan kita hormati semua,” katanya.
Dengan pernyataan tersebut, AHY tidak memberikan sinyal mengenai ambisi atau kesiapan untuk mengambil posisi Wakil Presiden.
MK Tidak Mendiskualifikasi Gibran
Perkara yang menjadi perhatian AHY adalah Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2024 dengan Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026.
Source link
