Anak Ahmad Bahar Diduga Disandera GRIB Jaya, Herwin Sudikta: Negara Kalah oleh Otot dan Tampang Beringas

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA – Dugaan tindakan intimidasi yang dialami keluarga penulis Ahmad Bahar terus menuai sorotan. Kali ini, tanggapan datang dari pegiat media sosial, Herwin Sudikta.
Herwin menyoroti fenomena aksi premanisme yang menurutnya semakin berani karena mendapat legitimasi sosial di tengah masyarakat.
Komentar tersebut disampaikan menyusul kabar dugaan intimidasi dan pengepungan rumah keluarga Ahmad Bahar oleh sejumlah anggota organisasi GRIB Jaya.
Legitimasi Sosial Premanisme
Herwin mengatakan kondisi saat ini cukup mengkhawatirkan karena aksi intimidatif mulai dianggap lumrah oleh sebagian kelompok masyarakat.
“Ternyata, 8 dari 10 aksi premanisme saat ini justru didukung legitimasi sosial,” ujar Herwin kepada fajar.co.id, Senin (18/5/2026).
Menurutnya, situasi tersebut membuat sebagian kelompok merasa memiliki kekuatan lebih besar hingga bertindak di luar batas kewenangan hukum.
“Mereka bisa bertindak sewenang-wenang, bahkan melebihi kesewenang-wenangan aparat penegak hukum,” tukasnya.
Bisa Menggerus Wibawa Negara
Herwin juga mengingatkan bahaya jika tindakan intimidasi dan tekanan massa terus dibiarkan tanpa penegakan hukum yang tegas.
Ia menyebut kelompok-kelompok tertentu perlahan dapat merasa memiliki kuasa di atas aparat negara.
“Lama-lama mereka merasa punya kuasa melebihi aparat penegak hukum,” imbuhnya.
Herwin bahkan menggambarkan kondisi tersebut bisa berkembang menjadi tindakan yang lebih serius di kemudian hari.
“Hari ini mengepung rumah orang, besok mungkin merasa bisa menentukan siapa boleh pulang dan siapa tidak,” tandasnya.
Lebih jauh, Herwin menilai wibawa negara dapat runtuh jika praktik intimidasi terus terjadi.
“Negara kalah oleh otot dan tampang beringas. Tragis,” kuncinya.
Yenni Nur Ungkap Situasi Mencekam
Sebelumnya, istri Ahmad Bahar sekaligus pegiat media sosial, Yenni Nur, mengungkap situasi mencekam yang dialami keluarganya setelah anaknya diduga dibawa dan ditahan di kantor GRIB Jaya.
Yenni menyebut putrinya tidak diperbolehkan pulang sebelum Ahmad Bahar datang menemui Ketua Umum GRIB Jaya, Rosario de Marshal alias Hercules.
Yenni Mengaku Rumah Didatangi Massa
Yenni menceritakan dirinya saat itu sedang berada di luar kota bersama anak pertamanya untuk menjemput anak bungsunya di pondok pesantren.
Di tengah perjalanan, ia mendapat kabar rumahnya kembali didatangi sejumlah orang yang disebut berasal dari kubu Hercules.
“Saya itu dari kemarin di luar kota sama anak saya yang pertama, mau jemput anak terakhir di pondok,” ujar Yenni kepada fajar.co.id, Minggu (17/5/2026) malam.
Source link
