Jokowi Disebut Siapkan Rp200 Triliun untuk PSI, Nazlira Alhabsy Sebut Omong Kosong

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pengacara sekaligus pegiat media sosial, Nazlira Alhabsy, ikut mengomentari soal kabar mengenai anggaran jumbo yang disiapkan Joko Widodo (Jokowi) untuk pemenangan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada pemilu 2029 mendatang.
Dia menilai bahwa kesiapan anggaran jumbo tersebut sebagai omong kosong. Apalagi menurutnya, Jokowi sejak dari dulu dicap sebagai orang yang suka bohong.
“Omongan Jokowi itu dari dulu dikenal sebagai ‘Omong Kosong’,” kata Nazlira Alhabsyi, merespons kabar yang menyebut Jokowi disebut menyiapkan Rp200 triliun untuk PSI, Senin (5/10/2026).
Nazlira bahkan mengungkit masa lalu Jokowi saat berkuasa di negeri ini. Menurutnya, untuk urusan pemilu, mantan Wali Kota Solo itu disebut bisa menggerakkan aparat penegak hukum untuk melakukan manipulasi suara. Namun kondisi saat ini, apalagi pada pemilu 2029, situasinya akan sangat berbeda di mana dia bukan lagi penguasa di negeri ini.
“Dulu saat berkuasa, dia bisa gerakan seluruh APH untuk memanipulasi perhitungan suara. Sekarang situasinya tidak sama,” katanya.
Terkait kabar Jokowi menyiapkan dana Rp200 triliun, begitu juga yang menyatakan bahwa PSI tidak takut PT 5 persen, 7 persen atau 8 persen, Nazlira menilai bahwa hal itu sekadar emosi karena tidak diajak merembukkan wacana menaikkan parliamentary threshold (PT) oleh pimpinan parpol koalisi pemerintah.
“Emosi Jokowi sebut Rp200 Triliun, dan tidak takut PT mau 5%, 7% atau 8% dan menjamin PSI masuk Senayan dipicu hanya karena tidak diajak rembukan soal Presidensial Threshold oleh Prabowo,” kata Nazlira.
Dia lantas menilai bahwa Jokowi saat ini memiliki modal aparat yang masih bisa disandera, agar kembali bisa melakukan hal serupa yang pernah dilakukan pada 2019 dan 2014.
“Sekarang ini modalnya hanya “Data Rahasia” Kepala Desa, Camat, dan Bupati/Kepala Daerah yg bisa di sandera untuk kembali melakukan hal serupa pada tahun 2019 & 2024 lalu,” katanya.
Terkait oligarki yang selama ini berada di belakang Jokowi, Nazlira menegaskan bahwa mereka dipastikan akan melakukan kalkulasi ulang atau penyesuaian, terutama dalam memberikan dukungan di pemilu mendatang.
“Jangan dikira Oligarki dibelakang Jokowi itu tolol, mereka sekarang melakukan kalkulasi ulang. Tak ada yg mau bakar uang sia-sia,” sebutnya.
Dia bahkan memastikan, Jokowi dan PSI ke depan akan menjadi musuh bersama partai-partai politik peserta pemilu 2029 mendatang, terlebih lagi setelah Presiden Prabowo Subianto mulai menyingkirkan loyalis Jokowi pada posisi strategis di pemerintahan.
Source link
