Rocky Gerung Masuk Istana, Yusuf Dumdum: Pantes Akhir-akhir Ini Dukung MBG

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Keputusan Rocky Gerung bergabung dalam pemerintahan Prabowo-Gibran menjadi bahan perbincangan di kalangan pegiat media sosial.
Pegiat Medsos, Yusuf Dumdum, turut menanggapi masuknya Rocky Gerung ke lingkar pemerintahan.
Ia mengaku heran melihat sosok yang selama ini dikenal kerap melontarkan kritik terhadap penguasa kini justru berada di dalam pemerintahan.
Yusuf kemudian menyentil posisi baru Rocky dengan sejumlah pernyataannya belakangan ini, termasuk sikapnya terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Rocky Gerung Kini Masuk Lingkar Istana
Yusuf menggambarkan perubahan posisi Rocky sebagai sesuatu yang menarik untuk diperhatikan.
Kata dia, Rocky selama ini dikenal sebagai pengamat yang cukup sering menyampaikan kritik terhadap pemerintah.
Namun, kini ia justru mendapat posisi yang membuatnya berada di lingkaran pemerintahan.
“Kebayang gak ya, Rocky Gerung yang selama ini dikenal rajin mengkritik penguasa, eh ternyata tiba-tiba sekarang justru masuk lingkaran yang tugasnya memberi pertimbangan kepada presiden,” ujar Yusuf, dikutip fajar.co.id, Minggu (4/10/2026).
Ia menekankan bahwa perubahan tersebut menjadi fenomena politik yang menarik karena Rocky akhirnya mendapatkan posisi di pemerintahan.
“Nah ini kan luar biasa sekali Rocky Gerung, akhirnya dapat jabatan juga,” tukasnya.
Yusuf Kaitkan dengan Sikap Rocky soal MBG
Yusuf juga menyinggung sikap Rocky Gerung terhadap program MBG.
Seingat Yusuf, perubahan posisi Rocky tersebut membuatnya mengingat sejumlah komentar Rocky belakangan ini yang dinilainya mulai memberikan dukungan terhadap program pemerintah tersebut.
“Ya pantes aja ya akhir-akhir ini komentar Rocky Gerung itu mulai mendukung MBG,” Yusuf menuturkan.
Lebih jauh, Yusuf mengaitkan pelantikan 26 nama tersebut dengan dinamika politik menuju 2029.
Ia mempertanyakan apakah masuknya sejumlah tokoh ke dalam pemerintahan memiliki kaitan dengan upaya pemerintah mempersiapkan konfigurasi politik ke depan.
“Ya dari pelantikan 26 nama hari ini muncul pertanyaan, apakah semua ini sengaja untuk mengunci di 2029?,” timpalnya.
Pertanyaan tersebut, menurut Yusuf, menjadi hal yang menarik untuk dicermati seiring masuknya sejumlah tokoh ke dalam lingkar pemerintahan.
Yusuf kemudian mengajukan pertanyaan lain mengenai perubahan posisi Rocky Gerung.
Ia mempertanyakan apakah masuknya tokoh-tokoh yang sebelumnya berada di luar pemerintahan menunjukkan adanya keterbukaan pemerintah terhadap kritik.
Atau, menurutnya, kritik terhadap pemerintah nantinya justru cukup disampaikan dari dalam lingkungan Istana.
Source link
