News

Postur Kabinet Prabowo Berkali Lipat Lebih Gemuk dari SBY dan Jokowi, Tere Liye: Hobinya Melantik Pejabat



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Penulis kondang Indonesia, Tere Liye, kembali melontarkan kritik pedas terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Melalui unggahan di media sosial resminya, Tere Liye menyoroti porsi dan struktur pejabat pemerintahan saat ini yang dinilainya cukup besar.

Dalam unggahannya, Tere Liye menuliskan sindiran terkait berbagai aktivitas dan kebijakan presiden, mulai dari kunjungan luar negeri hingga pengaruh pernyataan publik terhadap indikator ekonomi nasional.

“Harus diakui, yang satu ini Prabowo menang telak. Prestasi dahsyat. Selain jalan-jalan keluar negeri, pidato bikin IHSG dan kurs bergejolak, satu lagi hobi Prabowo yangg sering dia lakukan: melantik pejabat,” tulis Tere Liye dalam postingannya dikutip fajar.co.id, Sabtu (3/10/2026).

Unggahan tersebut diiringi dengan gambar grafik bertajuk “REKOR PRABOWO” yang membandingkan struktur susunan kabinet di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Joko Widodo (Jokowi), dan Prabowo Subianto.

Berdasarkan data yang disajikan dalam gambar tersebut, terlihat perbandingan jumlah pejabat di beberapa posisi kunci:

Menteri Koordinator (Menko): SBY (3), Jokowi (4), Prabowo (8)
Wakil Menteri Koordinator (Wamenko): SBY (0), Jokowi (0), Prabowo (1)
Menteri: SBY (31), Jokowi (30), Prabowo (41)
Wamen (Wakil Menteri): SBY (17), Jokowi (19), Prabowo (57)
Kepala Lembaga: SBY (4), Jokowi (8), Prabowo (11)
Wantimpres: SBY (9), Jokowi (9), Prabowo (26)
Penasihat Presiden: SBY (0), Jokowi (0), Prabowo (10)
Utusan Presiden: SBY (0), Jokowi (0), Prabowo (7)

Dari data perbandingan tersebut, total pejabat di era SBY mencatatkan angka 64 orang, era Jokowi sebanyak 70 orang, sedangkan di era Prabowo melonjak drastis hingga mencapai 161 orang.

Unggahan tersebut langsung memicu beragam reaksi dari para netizen di media sosial, di mana sebagian besar turut menyoroti besarnya beban anggaran negara untuk menopang struktur kabinet yang dinilai sangat gemuk tersebut.

Netizen: Efisiensi Hanya Berlaku di Bawah

Unggahan tersebut langsung memicu beragam reaksi dari warganet. Banyak netizen menyuarakan keprihatinan terkait potensi beban anggaran negara akibat struktur kabinet yang dinilai gemuk, sementara beberapa lainnya mempertanyakan efektivitas peran wakil menteri dan penasihat presiden.

Salah satu warganet, Rumah Baraya, menilai struktur pusat saat ini berbanding terbalik dengan tuntutan efisiensi di era modern.

“Harusnya justru di era modern dgn teknologi serba digital & transportasi yg mudah, tidak dibutuhkan banyak menteri… Di pusat justru jor-joran. Ditambah ada jabatan wantimpres, penasihat presiden, utusan khusus,” tulisnya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *