Herwin Sudikta Setelah Jokowi Resmi Gabung PSI: Partai Golkar dan Partai Demokrat Sekarang Tenang

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pegiat media sosial, Herwin Sudikta, angkat suara setelah mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memamerkan kartu tanda anggota (KTA), sebagai bukti resmi bahwa dirinya adalah kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Menurut Herwin Sudikta, dengan resminya Jokowi menjadi kader PSI tersebut, setidaknya akan berdampak baik pada dua partai besar yakni Partai Golkar dan Partai Demokrat.
Herwin Sudikta beralasan, kedua partai tersebut tidak perlu lagi khawatir akan mendapat gangguan dari Jokowi, sehingga kadernya bisa lebih fokus untuk membesarkan partai atau mencari simpati masyarakat apalagi menjelang pemilu 2029.
“Jokowi resmi jadi kader PSI.
Partai Golkar dan Partai Demokrat sekarang tenang.
Karena gak akan direcokin lagi sama Jokowi 🤣🤌,” kata Herwin Sudikta dikutip Rabu (30/9/2026).
Pernyataan Herwin Sudikta itu mengingatkan kembali pada dinamika yang terjadi di tubuh Partai Demokrat dan Partai Golkar saat Jokowi masih menjabat sebagai presiden.
Salah satu yang paling menyita perhatian adalah konflik yang pernah terjadi di tubuh Partai Demokrat, saat ada gerakan untuk mengambil paksa Partai Demokrat dari tangan Ketua Umum, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Gerakan politik tersebut terjadi pada awal Februari 2021 yang disebut-sebut melibatkan tokoh istana. Gerakan kader aktif, mantan kader, dan non-kader dari lingkaran kekuasaan itu cepat terbaca. AHY kemudian mengungkap kepada publik adanya gerakan tersebut.
Gerakan untuk mengkudeta AHY dari lingkaran kekuasaan Jokowi itu akhirnya menyeret nama Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko, yang disebut-sebut sebagai calon ketua umum.
Puncaknya, konflik ini berujung pada digelarnya Kongres Luar Biasa (KLB) tandingan di Deli Serdang, Sumatera Utara, yang sempat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum versi KLB, sebelum akhirnya ditolak oleh pemerintah.
Sementara untuk Golkar, nama Jokowi juga sempat diisukan akan bergabung dengan partai tersebut. Rumor tersebut berembus kencang setelah Pilpres 2024, bahkan diisukan bakal menjadi ketua umum atau Ketua Dewan Pembina Golkar.
Jokowi sendiri telah membantah rumor tersebut, termasuk yang menyebut dirinya akan bergabung dengan Golkar melalui jalur organisasi masyarakat (ormas) pendiri partai.
Sebelumnya, dalam rapat koordinasi DPD PSI Kota Bandung, Jokowi mengumumkan dan memamerkan keanggotaannya sebagai kader PSI.
“Untuk diketahui oleh seluruh jajaran pengurus PSI, mulai dari DPP, DPD, DPC, DPRT, supaya tahu semua bahwa saya itu sudah masuk keluarga besar PSI,” kata Jokowi disambut meriah kader yang menghadiri rapat.
Source link
