News

Iman Zanatul Haeri Soroti Guru yang Speak Up soal MBG: ‘Makin Hari Makin Banyak Guru yang Berani’



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pemerhati pendidikan sekaligus Kepala Bidang Advokasi Guru Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), Iman Zanatul Haeri, kembali menyoroti polemik keterlibatan guru dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kali ini, Iman memberikan dukungan kepada seorang guru yang viral setelah memprotes adanya kewajiban bagi guru untuk mengecek makanan MBG sebelum dikonsumsi siswa.

Dalam video yang beredar, guru tersebut mempertanyakan peran guru yang dinilai semakin melebar dalam pelaksanaan program MBG.

Ia bahkan menyebut guru seolah-olah harus beralih fungsi menjadi “anjing pelacak” karena diminta mengendus makanan sebelum diberikan kepada siswa.

Pernyataan tersebut kemudian mendapat tanggapan dari Juru Bicara Badan Gizi Nasional (BGN), Tysa Novenny.

BGN membantah pernah meminta guru untuk mengendus makanan seperti yang dinarasikan dalam video tersebut.

Namun, bantahan BGN tidak menghentikan kritik terhadap pelaksanaan MBG, khususnya mengenai sejauh mana guru perlu dilibatkan dalam proses pemeriksaan makanan.

Iman Zanatul Haeri kemudian memberikan dukungan kepada para guru yang berani menyampaikan keberatan secara terbuka.

“Makin hari makin banyak guru yang berani. Speak up dan lindungi,” tulis Iman dalam unggahannya, dikutip Jumat (25/9/2026).

Sebelumnya, Jubir BGN Tysa Novenny menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah meminta guru mengendus makanan.

“Badan Gizi Nasional tidak pernah meminta para guru untuk mengendus-endus makanan,” kata Tysa saat menanggapi video viral tersebut.

Menurut Tysa, pemeriksaan yang dimaksud BGN dapat mencakup pengamatan terhadap warna dan tekstur makanan, aroma, hingga rasa.

Sementara itu, guru sebagai edukator berperan memberikan pemahaman kepada siswa sebelum menyantap MBG.

Misalnya, guru mengingatkan siswa untuk mencuci tangan sebelum makan, berdoa, serta duduk tertib saat menyantap makanan. Guru juga dapat memberikan edukasi mengenai kandungan gizi dari menu yang diterima siswa.

“Misalkan menu makanan ayam. Ayam itu kaya akan protein yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan otak. Dan mungkin makan kentang. Nah, kentang itu merupakan sumber karbohidrat yang menjadi sumber energi,” jelasnya. (Elva/Fajar)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *