News

Analis IPO Sebut Pencopotan Purbaya Berpotensi Jadi Bumerang Politik Prabowo, Ada Intervensi Pembisik Elit?



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Keputusan Presiden Prabowo Subianto mencopot Purbaya Yudhi Sadewa dari jabatan Menteri Keuangan dinilai sebagai langkah politik yang penuh risiko.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dr. Dedi Kurnia Syah Putra, menyebut pencopotan mendadak ini berpotensi besar menjadi bumerang politik bagi sang Kepala Negara.

Menurut Dedi, posisi Purbaya saat ini sedang berada di puncak popularitas dan mengantongi approval rating yang sangat tinggi di mata publik.

Gaya kepemimpinan Purbaya yang lugas, cenderung “koyboy”, serta berani melakukan aksi bersih-bersih di internal birokrasi kementerian telah membuat figur pengamat ekonomi tersebut dicintai masyarakat kelas bawah.

“Pencopotan Purbaya ini jika dilihat dalam perspektif politik jelas kurang tepat. Purbaya punya daya tarik, publik sedang menggemarinya. Proses pemecatan yang terkesan tidak lazim ini justru bisa menjadi bumerang politik dan membuat Purbaya berpotensi menjelma sebagai kekuatan perlawanan politik baru,” ujar Dedi Kurnia Syah Putra saat menjadi pembicara di program wawancara Forum Keadilan TV.

Bukan Soal Kinerja, tetapi Terganjal Pembisik Elit

Dedi menegaskan bahwa keputusan pencopotan tersebut sulit dipahami jika parameternya adalah kinerja teknis maupun manajerial. Sepanjang satu tahun menjabat sebagai Menkeu, Purbaya tercatat tidak pernah tersandung skandal personal.

Sebaliknya, Purbaya justru agresif melakukan langkah efisiensi anggaran dan perombakan struktur pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Bahkan di awal masa jabatannya, Purbaya langsung membereskan persoalan pembenahan sistem integrasi pajak (coretax) yang sempat mangkrak dan penuh polemik. Selain itu, Purbaya juga berani menyentuh isu sensitif dengan mengejar kewajiban pajak korporasi raksasa serta menata kembali likuiditas perbankan nasional.

“Kalau dari sisi kinerja, rasanya tidak ada masalah. Tetapi kita tahu, Presiden Prabowo sangat menyukai stabilitas dan tidak menghendaki adanya kegaduhan, baik di tataran publik maupun elit. Gebrakan Purbaya yang tanpa kompromi membersihkan birokrasi korup dan memangkas efisiensi program-program tertentu secara otomatis menciptakan musuh dari kelompok elit dan oligarki,” tutur Dedi, dikutip fajar.co.id, Rabu (16/9/2026).

Dedi menduga ada intervensi dari “pembisik-pembisik” di lingkaran kekuasaan yang merasa terganggu oleh gebrakan independen Menkeu Purbaya.

Ketegangan internal seperti pertentangan tata kelola dividen BUMN dengan pihak Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), hingga sikap kritis Purbaya terhadap rasionalisasi beban APBN untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) maupun proyek infrastruktur strategis, diyakini mempercepat keputusasaan elit politik terhadap keberadaan Purbaya di kabinet.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *