News

Dian Sandi PSI Buka Suara soal Grace Natalie Tidak Dapat Bantuan Hukum



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Partai Solidaritas Indonesia (PSI) akhirnya buka suara terkait polemik yang menyeret Sekretaris Dewan Pembina PSI, Grace Natalie, soal video yang berkaitan dengan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla.

Juru Bicara PSI, Dian Sandi Utama, menegaskan keputusan partai untuk tidak mengaitkan persoalan pribadi kader dengan institusi partai merupakan prinsip yang selama ini dipegang PSI.

Pernyataan tersebut sekaligus menjawab berbagai kritik dan spekulasi yang ramai muncul di media sosial terkait sikap PSI terhadap Grace Natalie.

PSI Sebut Grace Sendiri yang Minta Dipisahkan dari Partainya

Dian menegaskan Grace Natalie justru menjadi sosok yang sejak awal menginginkan persoalan pribadi kader tidak dibawa ke ranah partai.

“Bu Grace itu pendiri (PSI), beliau sendiri yang meminta agar semua persoalan kader yang sifatnya personal tidak dikaitkan dengan Partai,” ujar Dian dikutip fajar.co.id, Kamis 14 Mei 2026.

“Gorengan tetangga sebelah kandas,” tambahnya.

Dikatakan Dian, prinsip tersebut berlaku untuk seluruh kader PSI tanpa pengecualian.

Sikap PSI terhadap Kasus Hukum Kadernya

Lebih jauh, Dian juga menegaskan PSI memiliki sikap tegas terhadap kader yang terlibat persoalan hukum, khususnya korupsi.

“Apalagi jika ada kader terlibat korupsi, haram hukumnya dibela PSI,” imbuhnya.

Pernyataan itu sekaligus menegaskan posisi partai yang disebut tidak akan memberikan perlindungan politik terhadap kader yang tersandung kasus korupsi.

Tidak hanya menjawab isu internal, Dian juga menyindir pihak-pihak dari partai lain yang dianggap terlalu jauh mencampuri urusan PSI.

“Kader-kader Partai sebelah yang dari kemarin sibuk sekali ikut campur urusan internal PSI, gabung sini aja yuk,” tandasnya.

Ia bahkan menyebut ada pihak yang terus membahas PSI meski berasal dari partai berbeda.

“Baju beda tapi ngonten terus bahas PSI!,” kuncinya.

Grace Natalie: Itu Permintaan Saya

Sekretaris Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie, akhirnya angkat bicara terkait polemik dirinya yang tidak mendapat bantuan hukum dari partai usai dilaporkan ke Bareskrim Polri.

Laporan tersebut berkaitan dengan video tanggapan Grace terhadap potongan ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, yang sebelumnya ramai menjadi perbincangan publik.

Grace menegaskan keputusan PSI untuk tidak memberikan pendampingan hukum bukanlah bentuk penolakan partai, melainkan atas permintaannya sendiri.

Grace menjelaskan, sikap PSI yang disampaikan Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali, sudah lebih dulu dibicarakan dengannya.

Menurut Grace, dirinya memang meminta agar persoalan tersebut tidak dikaitkan dengan partai.

“Ketika minggu lalu ada pernyataan dari Ketua Harian Ahmad Ali, jadi saya ingin menyampaikan bahwa pernyataan beliau itu didasari oleh permintaan saya sebagai pendiri partai,” kata Grace kepada wartawan di kawasan Jakarta Pusat, Senin kemarin.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *