Elektabilitas AHY Masih Tertinggal, PDIP Beri Semangat, Chusnul Chotimah: Tumben, yang Penting Jangan Gibran

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pegiat media sosial, Chusnul Chotimah bicara soal respons dan interaksi antar dua Partai Politik (Parpol)
Dua Parpol yang terlibat interaksi ini adalah PDI Perjuangan dan Partai Demokrat yang terbukti sukses mencuri perhatian.
Chusnul Chotimah di salah satu cuitan di akun media sosial X pribadinya merasa terkejut dengan langkah yang dilakukan oleh PDIP.
Dimana, Partai yang digawangi oleh Megawati Soekarnoputri itu diketahui berinteraksi dan memberikan semangat ke Partai Demokrat.
“Tumben ini PDIP kasih semangat ke Demokrat,” tulis Chusnul Chotimah dikutip Kamis (10/9).
Melihat dukungan dari PDIP ini, ia pun mengajak kader dari Demokrat dan pendukung Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Chusnul Chotimah mengungkap AHY punya modal lewat surveinya yang lumayan tinggi. Bahkan ia berpendapat dan setuju jika dipasangkan dengan Prabowo Subianto.
“Ayo kader Demokrat dan pendukung AHY, semangat, sy nggak masalah Prabowo, AHY dll surveinya tinggi, yang penting jangan Gibran.😂,” tuturnya.
Dukungan PDIP
Politikus PDIP Deddy Yevri Sitorus menilai Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) belum memiliki dukungan kuat untuk melangkah ke Pemilu 2029.
Berdasarkan sejumlah hasil survei, elektabilitas Ketua Umum Partai Demokrat itu disebut masih tertinggal dari tokoh lain, termasuk KDM dan Presiden Prabowo Subianto
“Bagaimana peluang AHY saya kurang tahu tetapi kalau melihat survei, beliau perlu kerja sangat keras untuk mengejar ketertinggalan.”
“Terutama untuk mengejar ketertinggalan terhadap berbagai tokoh yang sudah muncul dalam radar survei, seperti KDM dan Prabowo sendiri,” kata Deddy dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Penilaian itu disampaikan Deddy setelah AHY menyinggung kekuasaan yang tidak berlangsung selamanya dan memiliki batas waktu.
Pernyataan tersebut dinilai membawa pesan politik tertentu, terlebih disampaikan dalam pidato peringatan 25 tahun Partai Demokrat.
Deddy membaca ucapan AHY sebagai sinyal bahwa Partai Demokrat mulai memikirkan peta politik menuju Pemilu 2029.
Pesan itu dinilainya bisa ditujukan kepada partai-partai dalam koalisi pemerintah, bahkan kepada Presiden.
“Dilihat dari sudut pandang kontestasi politik, bisa saja ditafsirkan bahwa pernyataan itu adalah seruan kepada koalisi partai di pemerintahan untuk mulai memikirkan peta jalan baru menuju Pemilu 2029. Atau, bisa juga diinterpretasikan sebagai pesan khusus kepada Presiden agar menghitung AHY/Demokrat dalam kontestasi pemilu yang akan datang,” ungkap Deddy. (Erfyansyah/fajar)
Source link
