News

Data PISA 25 Tahun: Skor Indonesia Stuck di Level 1, Tere Liye Kritik Fokus Kebijakan



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Penulis kondang Indonesia yang juga akuntan, Tere Liye, menyoroti kualitas pendidikan dasar nasional berdasarkan hasil tes Programme for International Student Assessment (PISA) 2025.

Ia menilai skor Indonesia masih “jelek” dan strategi pendidikan selama ini tidak menyentuh akar masalah.

Unggahan Tere Liye di media sosial disertai tabel skor PISA Indonesia dari tahun 2000 hingga 2025 langsung viral dan menuai 1.066 like serta 138 kali dibagikan.

Skor Indonesia Stuck di Level 1

PISA adalah tes yang digelar OECD setiap 3 tahun sekali untuk mengukur kemampuan siswa usia 15 tahun dalam Matematika, Sains, dan Reading. Pada 2025, tes diikuti 760 ribu siswa dari 91 negara yang mewakili 33 juta siswa.

Di Indonesia, sekitar 400 sekolah dipilih secara acak dengan 15.000 responden.

Berdasarkan tabel yang dibagikan Tere Liye, skor Indonesia pada 2025 adalah Sains 389, Math 365, dan Reading 364.

“Reading 360-an itu artinya Level 1, alias hanya bisa menemukan informasi eksplisit, hanya bisa memahami ide utama yang sederhana, dan kesulitan menghubungkan informasi,” tulis Tere Liye, dikutip fajar.co.id, Rabu (9/9/2026).

Ia membandingkannya dengan negara lain yang skornya 500 lebih, yang artinya sudah mampu memahami tulisan rumit dan konteks.

Soroti Penurunan Sejak 2018

Tere Liye menyebut selama 10 tahun era SBY skor PISA sempat merangkak naik. Puncaknya pada 2015 dengan skor Sains 403, Math 397, dan Reading 386.

“Namun kinerja Jokowi silahkan lihat hasil test 2025. Turun semua. Itulah faktanya. Covid yang disalahkan? No. Bahkan test 2018 sudah turun,” tegasnya.

Ia menilai penurunan ini bukti strategi pendidikan era Jokowi gagal. Menurutnya, pemerintah lebih sibuk dengan kurikulum baru, pembagian smart TV, program MBG, hingga mendirikan sekolah elit yang hanya dinikmati kurang dari 2% murid.

Akar Masalah: Kesejahteraan Guru

Bagi Tere Liye, akar masalah pendidikan Indonesia tidak pernah disentuh: kualitas guru.

“Bagaimana agar guru berkualitas? Kesejahteraannya dong dipikirkan. Minta guru bagus, tapi gajinya kalah sama polisi, dkk,” ujarnya.

Ia menutup unggahannya dengan pernyataan keras: “Hasil test PISA ini adalah bukti nyata. Semua strategi pendidikan era Jokowi ambyar. Pun menteri-menterinya. Gagal. Sorry, kamu baper? Bodo amat. Saya bicara data. Silakan bantah data ini.” (Arya/Fajar)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *