Wacana Pemakzulan Mencuat, PSI Pasang Badan Prabowo-Gibran Dua Periode

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menegaskan komitmennya untuk tetap berada di barisan koalisi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hingga akhir masa pemerintahan.
PSI bahkan menyatakan akan menolak setiap upaya yang dinilai bertujuan menjatuhkan pemerintahan Prabowo-Gibran di tengah jalan.
Wakil Ketua Umum DPP PSI Andy Budiman mengatakan, partainya mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran untuk menjalankan mandat konstitusionalnya hingga selesai. PSI juga menyatakan dukungan agar pemerintahan tersebut dapat melanjutkan kepemimpinan hingga dua periode.
“PSI akan melawan setiap upaya menjatuhkan pemerintahan di tengah jalan. Kami mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran dua periode, semua kader juga kompak menyukseskan,” kata Andy dalam keterangan tertulis, Minggu (6/9/2026).
Menurut Andy, perbedaan pandangan maupun kritik terhadap pemerintah merupakan bagian dari demokrasi. Namun, ia menilai kritik seharusnya disampaikan melalui mekanisme konstitusional yang tersedia, bukan dengan membangun gerakan untuk menjatuhkan pemerintahan yang sah.
“PSI meyakini perbedaan pandangan maupun kritik terhadap pemerintah seharusnya melalui mekanisme yang tersedia, bukan membangun gerakan untuk menjatuhkan pemerintahan yang sah,” ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Andy ketika menanggapi pernyataan Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi yang sebelumnya menyinggung kemungkinan terjadinya percepatan politik menuju Pemilu 2029.
Dalam video berdurasi sekitar 1 menit 47 detik yang beredar di media sosial, Budi Arie terlihat mengenakan kemeja batik lengan panjang. Ia menceritakan percakapannya dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Budi Arie mengaku memiliki sebuah insting bahwa dinamika politik yang terjadi bisa berlangsung lebih cepat dari 2029.
“Saya punya insting, ini lebih cepat dari 2029,” kata Budi Arie dalam video tersebut.
Setelah menyampaikan pernyataan itu, Budi Arie kemudian melempar pertanyaan kepada forum mengenai kemungkinan terjadinya sebuah “percepatan” ketika para elite politik masih sibuk membicarakan Pemilu 2029.
Ia kemudian meminta maaf atas pernyataannya mengenai kemungkinan “percepatan Pemilu 2029”. Budi Arie juga menegaskan bahwa pernyataan tersebut merupakan pandangan pribadi dan tidak berkaitan dengan Jokowi.
Pernyataan Budi Arie tersebut kemudian mendapat sorotan dari PSI. Andy menilai wacana mengenai upaya menjatuhkan pemerintahan yang sah berpotensi memicu konflik politik dan merugikan masyarakat.
Source link
