Teman Seangkatan Jokowi di UGM Akhirnya Mengaku Soal Ijazah hingga Skripsi Mesin Ketik

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Polemik mengenai ijazah dan skripsi Joko Widodo kembali mendapat sorotan. Kali ini, cerita datang dari Frono Jiwo, teman seangkatan Jokowi saat menempuh pendidikan di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM).
Frono mengaku prihatin dengan informasi yang beredar yang mempertanyakan keaslian ijazah dan skripsi Jokowi. Ia mengatakan, dirinya dan Jokowi merupakan mahasiswa satu angkatan yang sama-sama masuk kuliah pada 1980 dan menyelesaikan pendidikan pada 1985.
“Kami seangkatan dengan Pak Jokowi, masuk tahun 1980,” kata Frono, dikutip dari situs resmi UGM, Minggu (6/9/2026).
Frono juga menceritakan pengalamannya terkait bentuk ijazah yang diterimanya setelah lulus dari UGM.
Menurut dia, tampilan ijazah miliknya memiliki format yang sama dengan ijazah Jokowi. Kesamaan itu, antara lain, terlihat dari jenis huruf yang digunakan hingga pejabat yang menandatangani ijazah.
Frono menyebut ijazah tersebut ditandatangani Rektor UGM Prof T. Jacob dan Dekan Fakultas Kehutanan Prof Soenardi Prawirohatmodjo.
Perbedaan antara ijazah miliknya dengan milik Jokowi, kata dia, hanya terdapat pada nomor kelulusan dari universitas dan fakultas.
“Ijazah saya bisa dibandingkan dengan ijazahnya Pak Jokowi. Semua sama kecuali nomor kelulusan ijazah dari Universitas dan Fakultas,” ujarnya.
Frono juga menjelaskan kondisi pembuatan skripsi mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM pada masa itu.
Ia mengatakan mahasiswa satu angkatannya, termasuk Jokowi, masih mengerjakan skripsi menggunakan mesin ketik. Komputer memang sudah mulai dikenal, tetapi menurut Frono penggunaannya belum umum di kalangan mahasiswa.
“Pembuatan skripsi semua pakai mesin ketik, walaupun sudah ada komputer tapi jarang sekali yang bisa,” katanya.
Untuk kebutuhan sampul, lembar pengesahan, hingga proses penjilidan, mahasiswa umumnya menyerahkannya kepada percetakan.
“Kalau sampul, lembar pengesahan, penjilidan skripsi semua di percetakan,” ujarnya.
Keterangan tersebut disampaikan Frono saat menanggapi informasi yang beredar mengenai skripsi Jokowi yang dipersoalkan oleh sejumlah pihak.
Selain soal dokumen akademik, Frono mengenang sosok Jokowi selama menjadi mahasiswa.
Menurut Frono, Jokowi merupakan pribadi yang cenderung pendiam. Namun, karakter tersebut berbeda ketika Jokowi sedang berkumpul bersama teman-teman dekatnya.
Ia menyebut Jokowi memiliki selera humor yang cukup tinggi dan kerap melontarkan candaan dalam percakapan.
“Pak Jokowi orangnya pendiam, tapi kalau ngobrol selalu kocak, apa yang jadi pembicaraan selalu mengundang tawa,” kenangnya.
Source link
