News

Tempo Soal Hasil Survei Unggulkan KDM: Kami Agak Was-was



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — General Manager Tempo Data Science Khairul Anam mengaku sempat was-was sebelum merilis hasil survei terkait tingkat kepuasan publik dan elektabilitas sejumlah tokoh politik.

Khairul mengatakan, kekhawatiran itu muncul karena Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) telah lebih dahulu merilis hasil surveinya pada 26 Juli 2026. Menurutnya, SMRC selama ini menjadi salah satu benchmark lembaga survei nasional.

“Sekitar sebelum kami rilis hasilnya, kami agak was-was, karena di tanggal 26 Juli sebelum kami turun, SMRC sudah rilis duluan. Harus jadi benchmark ini. Kan SMRC jadi benchmark survei nasional,” kata Khairul dikutip dari YouTube SMRC TV, Jumat (4/9/2026).

Kekhawatiran tersebut kembali muncul ketika proses pengolahan data survei Tempo mulai menunjukkan hasil.

“Saat data diolah, kemudian mulai muncul data angkanya. Kami makin was-was lagi, karena ada beberapa hal yang mirip, di kami kok turunnya agak jauh,” ujarnya.

Meski terdapat perbedaan angka, Khairul menyebut tren yang terlihat dalam survei Tempo relatif sama dengan hasil survei SMRC. Salah satunya terkait penurunan kepuasan terhadap presiden dan elektabilitas Prabowo.

“Walaupun trennya sama, sama-sama turun di kepuasan. Sama-sama turun di elektabilitas presiden hari ini, tapi ada yang sama-sama elektabilitasnya naik di tokoh yang lain,” katanya.

Survei Tempo dilakukan pada 31 Juli hingga 11 Agustus 2026 dengan proses pengumpulan data di lapangan selama sekitar dua pekan.

“Hasilnya ternyata tidak jauh beda dari yang dirilis SMRC pada 26 Juli. Jadi ternyata di elektabilitas presiden hari ini, itu tinggal 15 persen,” jelas Khairul.

Dia menambahkan, hasil serupa juga terlihat ketika responden diberikan pertanyaan terbuka tanpa menyebutkan nama tokoh.

“Itu kalau pertanyaan tidak terbuka, tanpa menyebutkan nama, angkanya juga mirip, 14 persen,” sambungnya.

Di sisi lain, elektabilitas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM justru menunjukkan peningkatan signifikan.

“Ternyata, elektabilitas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau responden mengenalnya KDM, itu di angka 42 persen ketika disodorkan pertanyaan semi terbuka,” ungkap Khairul.

Dalam pertanyaan terbuka, elektabilitas KDM juga tidak jauh berbeda, yakni 41 persen.

“Ketika menyodorkan pertanyaan terbuka, angkanya juga tidak terlalu jauh. Dari 42 persen di semi terbuka, menjadi 41 persen. Stabil,” katanya.

Sementara itu, elektabilitas Prabowo berada di kisaran yang relatif sama. Dalam pertanyaan terbuka, Prabowo memperoleh 14 persen dan 15 persen dalam pertanyaan semi terbuka.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *